BeritaFeatured

Tak Disangka, Ini 3 Pertanyaan Tokoh NU Jawa Timur kepada Prabowo – Sandi

Kanigoro.com – Tokoh NU Jawa Timur yang juga Pengasuh Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambak Beras, Jombang, KH M Hasib A Wahab pernah mengajukan 3 isu berkaitan dengan pasangan Capres Cawaspres nomor urut 2 Prabowo-Sandi. Seperti dikutip duta.co, pertanyaan disampaikan langsung kepada Prabowo dan Sandi ketika mereka silaturahim di pesantrennya.

Gus Hasib, panggilan KH M Hasib A Wahab menyatakan pertanyaan tersebut ia sampaikan karena selama ini berkembang berbagai isu di kalangan warga NU berkaitan dengan Prabowo dan Sandiaga Uno.

Tiga pertanyaan itu sengaja disampaikan kepada Prabowo-Sandi untuk diketahui umat, lantaran terus beredar di masyarakat, bahwa, masuknya Kiai Ma’ruf sebagai Cawapres itu adalah untuk menghadang Islam garis keras.

Prabowo di Tebuireng
Prabowo ketika berkunjung ke Pesantren Tebuireng (foto ist)

1. Prabowo Sandi Penganut Islam Radikal

Pertama, mohon maaf Pak Prabowo, Islam yang bapak anut ini Islam apa? Moderat atau Islam radikal sebagaimana Islam wahabi?” demikian pertanyaan pertama Gus Hasib.

Prabowo yang didampingi Sandi, langsung menjawab: “Islam yang saya anut ini Islam moderat seperti NU, Kiai. Saya juga suka melakukan ziarah kubur, suka dengan sholawatan, suka dengan tahlilan sebagaimana yang diajarkan para kiai NU,” jawab Prabowo seperti disampaikan Gus Hasib.

Prabowo Subianto di Tambak Beras
Prabowo Subianto di Tambak Beras (foto ist)

2. Prabowo akan Mengganti NKRI menjadi Khilafah
Kedua, mohon maaf, kalau Pak Prabowo terpilih menjadi presiden, Pak Sandi menjadi Wakil Presiden, apakah akan menggantisi sistem Negara/Pemerintahan dengan sistem khilafah? Ini isu yang beredar di medsos dan menakut-nakuti kami,” tanya Gus Hasib lagi.

Apa jawab Prabowo? “Saya ini tentara Pak Kiai. Saya sudah didoktrin oleh TNI untuk menjaga dan berpegang pada Pancasila dan NKRI. Semua isu itu tidak benar, hoax. Saya seorang nasionalis dan agamis,” jawabnya.

3. Prabowo akan Menyingkirkan Orang NU dari Jabatan Menteri Agama
Ketiga, apakah ada jaminan dari Pak Prabowo untuk jabatan Kementerian Agama bagi kader NU? Karena isu di luar akan meninggalkan NU,” pertanyaan terakhir Gus Hasib.

Prabowo langsung mejawab, “Saya sudah tandatangani sebuah perjanjian dengan Pengasuh Pondok Pesantren di Situbondo (KH Cholil As’ad Syamsul Arifin) bahwa, jabatan Menteri Agama akan diserahkan kepada kader NU,” tegasnya.

Prabowo peringati hari santri nasional di Tebuireng
Prabowo peringati Hari Santri Nasional di Ponpes Tebuireng, Jatim (foto ist)

Berhentilah Membuat Isu Negatif
Gus Hasib juga mengaku prihatin dengan isu yang berkembang selama ini. Ia menyaksikan kampanye Pilpres 2019 yang membawa-bawa isu agama.

“Janganlah umat ditakut-takuti dengan isu Islam garis keras. Kasihan! Problem rakyat seperti ekonomi, pendidikan, kesehatan jauh lebih penting dari isu itu. Di Indonesia tidak ada pintu Islam garis keras, tidak ada pintu khilafah,”ujarnya.

Gus Hasib yang saat itu didampingi Ketua BKSN (Barisan Kyai dan Santri Nahdliyin), Gus A’am, merasa plong.
“Dengan demikian, warga NU tidak perlu takut dan jangan ditakut-takuti dengan isu Islam garis keras, tidak perlu ditakut-takuti dengan khilafah. Sebab isu paling mendasar di Pilpres 2019 adalah perekonomian, pendidikan dan kesehatan rakyat yang semakin rapuh, utang negara yang kian menumpuk. Dan itu hanya Prabowo-Sandi yang sanggup menuntaskannya,” ucapnya.

Gus Hasib meminta umat untuk tidak mau dibohongi dengan isu isu negatif yang tidak berdasar.
“Omong kosong! Jangan mau dibujuki. Ini persis seperti Pilkada DKI. Dulu selalu dikatakan, kalau Ahok kalah, tahlilan dilarang. Buktinya, sekarang tahlilan, sholawatan berlangsung di Monas, yang dulu justru dilarang oleh Ahok. Pak Anies yang dicap Islam garis keras, ternyata amaliyahnya NU,” tegas Gus Hasib. (dt).

Komentar Facebook

Tags
Selanjutnya

Artikel Terkait

One Comment

Scroll Up