Berita

Sujud Syukur Nurul Fahmi Bersama Ustaz Arifin Ilham Setelah Ditangguhkan Penahanan

Jakarta, Kanigoro.com – Nurul Fahmi (28) pengibar bendera merah putih bertuliskan kalimat syahadat ditangguhkan penahanannya. Polisi mengabulkan permohonan keluarga karena dua alasan.

“NF kooperatif dan istrinya baru lahiran,” jelas Kapolres Jaksel Kombes Iwan Kurniawan dalam jumpa pers di Mapolres Jaksel, Jalan Wijaya, Jakarta, Selasa (24/1).

Selain Kapolres Jaksel, hadir juga Kabag Mitra Divhumas Polri Kombes Awi Setiono dan juga ustaz Arifin Ilham, serta keluarga Fahmi.

Tidak lama, azan berkumandan dan Fahmi beserta rombongan dibawa ke dalam masjid untuk menggelar salat zuhur berjemaah di Masjid Jami Nuur Abu Wizar di Mapolres Jaksel.
Fahmi juga sempat melakukan sujud syukur atas kebebasannya ditemani Ustaz Arifin Ilham. Fahmi yang juga guru PAUD ini terlihat tegar, senyum terlihat dari wajahnya.
“Sudah empat hari proses penyidikan dan alhamdulillah kita kedatangan Ustaz Arifin Ilham dan istrinya mengajukan permohonan penangguhan penahanan,” ujar Kabag Mitra Div Humas Polri, Kombes Awi Setiyono saat ditemui di Mapolres Metro Jakarta Selatan, Selasa (24/1).

Nurul merupakan simpatisan Front Pembela Islam (FPI) yang kedapatan membawa bendera merah putih dengan kaligrafi arab saat berdemo di Mabes Polri, Senin (16/1) lalu. Awi menuturkan, permohonan penangguhan penahanan tersebut dikabulkan karena alasan subyektif dan objektif dari penyidik.

[nextpage title=”Untuk alasan subyektifnya”] Untuk alasan subyektifnya, kata Awi, Nurul mendapat jaminan dari Ustaz Arifin Ilham. Selain itu, penangguhan penahanan tersebut karena alasan humanis, yakni Nurul merupakan tulang punggung keluarga dan mempunyai bayi.

Sementara, untuk alasan objektifnya Nurul berjanji tidak akan melarikan diri, tidak akan menghilangkan barang bukti dan tidak akan mengulangi perbuatannya. “Tentunya dari hal tersebut Kapolres Jaksel mengabulkan dan pada hari ini yang bersangkutan kita tangguhkan (penahanannya),” kata Awi.

Seperti diketahui, polisi telah meringkus seorang pria yang ikut dalam aksi yang digelar Front Pembela Islam (FPI) di Mabes Polri, Senin (16/1) lalu. Tersangka berinisial NF tersebut ditangkap lantaran saat aksi tersebut kedapatan membawa bendera merah putih yang dicorat-coret di bagian tengahnya dengan tulisan Arab.

Argo mengatakan, pemuda asal Klender tersebut ditangkap oleh Polres Jakarta Selatan di kawasan Pasar Minggu, Jakarta Selatan pada Kamis (19/1) malam. “Pembawa bendera sudah kami tangkap, inisialnya NF berumur 20 tahunan,” ujar Argo kepada wartawan, Jumat (20/1) lalu.

Dalam kasus ini, NF terancam dipenjara lima tahun sesuai dengan Pasal 68 UU Nomor 24 Tahun 2009 tentang Lambang Negara.

Selanjutnya

Artikel Terkait

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker
%d blogger menyukai ini: