Berita

Strategi Brilian Sang Profesor

Kanigoro.com – Ramainya pro-kontra pemberitaan terkait sikap Prof. Yusril Ihza Mahendra sebagai lawyer di pasangan capres-cawapres Jokowi-Ma’ruf di media sosial, mengundang tanggapan berbagai pihak. Salah satunya dari Dedi Hermanto, aktivis Gerakan Pemuda Islam Indonesia (GPII) yang juga caleg DPRD DKI dari Partai Bulan Bintang  (PBB) dapil Jakarta 5.

“Saya yakin ini strategi brilian yang dilakukan Bang YIM untuk membesarkan Partai Bulan Bintang pada Pemilu 2019. Secara pribadi saya sangat mendukung keputusan yang diambil oleh Bang YIM sapaan akrab Prof Yusril Ihza Mahendra,” ujar Dedi kepada kanigoro.com Selasa (6/11).

Menurut Dedi, Bang YIM seorang profesional dan lawyer terkenal. Jadi wajar apabila seorang calon presiden dan wakil presiden meminta untuk menjadi kuasa hukumnya.

“Siapa sih yang tidak kenal Bang YIM? Sebagai profesional lawyer harus memberikan masukan dan pertimbangan hukum yang benar kepada klien, agar klien tidak salah dalam melangkah. Serta melakukan pembelaan jika ada hak-haknya yang dilanggar pihak lain,” tegas Dedi.

Dengan menjadi lawyer seseorang, menurut Dedi bukan berarti harus membenarkan yang salah dan atau menyalahkan yang benar.

“Meminjam istilahnya almarhum Mathorri Abdul Jalil, membela yang bayar,” tambahnya sambil tersenyum.

Apalagi menurut Dedi, Ttimses Prabowo-Sandi juga telah menunjuk lawyer profesional juga,  yang sudah tidak diragukan lagi kualitasnya yakni Hotman Paris.

“Tapi sebagai lawyer profesional Bang YIM tidak termasuk dalam timses Jokowi-Ma’ruf Amin. Karena dalam timses sudah mempunyai divisi hukum dan pembelaan,” lanjut Dedi.

Dedi membandingkan, bahwa divisi hukum dan pembelaan kalau dalam perusahaan bisa dikatakan sebagai “in house lawyer”. Sedangkan YIM adalah profesional lawyer yang berada di luar struktur timses Jokowi-Ma’ruf Amin.

“Saya mengajak kepada seluruh ummat Islam di Indonesia khususnya simpatisan Partai Bulan Bintang untuk tetap fokus memenangkan Partai Bulan Bintang pada Pemilu 2019. Tidak menguras energi untuk berpolemik masalah yang tidak penting,” ajaknya mengakhiri keterangannya.

Komentar Facebook

Tags
Selanjutnya

Artikel Terkait