BeritaFeatured

Sandiaga Uno Dilarang Kultum, Jamaah Masjid Raya Syuada Kecewa

Kanigoro.com – Dalam rangkaian perjalanan silaturahim dengan masyarakat dan para pelaku UKM/Milenial di Sulawesi, sebelum melanjutkan perjalanan ke Kabupaten Majene dan Polewali Mandar, Cawapres Sandiaga Uno dan rombongan menyempatkan diri melaksanakan sholat Subuh berjamaah di Masjid Raya Syuada Mamuju, Sulawesi Barat.

Insiden kecilpun terjadi. Terkait adanya larangan dari ketua pembangunan masjid Ramli Abdullah.

Dikabarkan Ramli Abdullah merupakan ketua tim pemenangan Jokowi-Ma’ruf.

Usai melaksanakan sholat Subuh berjamaah, Ramli Abdullah langsung menuju ke atas mimbar dan menyampaikan larangan agar Sandi tidak menyampaikan Kultum Subuh.

Jamaah pun agak sedikit kecewa atas penyampaian secara terbuka tersebut. Padahal jamaah ingin mendengarkan suara dari Sandi menyapa jamaah Subuh yang hadir.

Sandiaga dengan Jamaah masjid di Sulawesi
Sandiaga dengan Jamaah Masjid Syuada, Mamuju, Sulbar (foto ist)

Salah seorang Jamaah, Suardi seperti dikutip mamujupos.com, Sabtu (3/11) menyesalkan larangan itu. Ia mengatakan, masjid Syuada milik umat bukan milik segelintir orang atau pribadi.

“Kenapa ada larangan seperti itu. Sandi kan ingin menyapa jamaah. Kok dilarang,” kesalnya.

Menurut dia, tuan rumah seharusnya menyambut tamu dengan baik. “Rasulullah mengajarkan kita untuk selalu mempererat jalinan silaturahim kepada siapapun,’ ujarnya.

“Toh kita tahu, Sandi hadir di Mamuju bukan berkampanye tapi tapi silaturahim dengan masyarakat di Mamuju.’ sambungnya.

Hal senada juga disampaikan salah satu jamaah, Ibu Rosdiana. Ia mengatakan dirinya kecewa dengan penyampaian tersebut.

“Saya sejak pukul 04.00 wita, sudah berada di masjid untuk shalat berjamaan bersama Sandiaga Uno dan ingin mendengarkan suara Sandi menyapa jamaah tapi dilarangsama panitia masjid”, ujarnya.

Sementara itu, Sekretaris Tim Pemenangan Prabowo-Sandi wilayah Sulbar, Hajrul Malik, menyesalkan ada penyampaian larangan itu secara terbuka.

Hajrul menjelaskan, memang agenda Sandi sebelumnya hanya ingin melaksanakan sholat Subuh berjamaah di Masjid Raya.Tidak ada rencana untuk memberikan Kultum.

“Yang kami sesalkan, penyampaian secara terbuka oleh Ramli Abdullah yang langsung naik ke mimbar dan menyampaikan di depan jamaah. Seharusnya janganlah disampaikan,” ucapnya.

Hajrul menambahkan, seharusnya tidak perlu berlebihan penolakan itu, karena pada dasarnya, kami memang tidak mengagendakan Sandi untuk menyampaikan kultum.

“Seharusnya walaupun tidak disampaikan pun, Sandi tidak mungkin kultum. Kami dari tim Sandiaga Uno juga tidak menganjurkan untuk kultum,” tambahnya.

Hajrul menuturkan, tidak larangan kultum sebetulnya, Cuma kita tidak bisa menjamin, jangan sampai ada jamaah yang berteriak nomor 2 sehingga dikuatirkan nanti ada nuansa kampanye.

Cuma disayangkan, penolakannya agak berlebihan, terlalu kentara hingga naik ke mimbar.

“Kita ambil hikmahnya saja, dengan seperti itu jamaah dan masyarakat melihatnya akan semakin menarik simpapati kepada Sandi”, terang Hajrul.

(mamujupos.com)

Sumber
mamujupos.com
Tags
Selanjutnya

Artikel Terkait