Berita

Sandiaga: Istilah Emak-emak Bukan untuk Mempolitisasi, Tapi Menangkap Aspirasi

Kanigoro.com – Bakal calon wakil presiden (cawapres) Sandiaga Uno membantah apabila telah mempolitisasi kalangan ibu-ibu atau emak-emak menjelang Pilpres 2019. Menurutnya, tim Prabowo-Sandiaga sedang menyerap aspirasi emak-emak yang sering ‘curhat’ soal tingginya harga barang pokok.

Sandiaga menjelaskan, kata ’emak-emak’ itu keluar sendiri dari para perempuan atau ibu-ibu yang kerap kali ditemuinya saat blusukan di beberapa daerah.

“Saya lihatnya, niatnya bukan mempolitisasi tapi menangkap aspirasi mereka (emak-emak). Dan mereka tuh menyebutnya emak-emak gitu, mereka menyebut diri sendiri mereka emak-emak,” kata Sandiaga di Gedung Kemenpora, Jalan Gerbang Pemuda, Tanah Abang, Jakarta Pusat, Sabtu (15/9/2018).

Bahkan Sandiaga mengaku senang sebagai pencetus gagasan menaikan isu ekonomi dari segi suara ’emak-emak’. Menurutnya hal tersebut menjadi konsep yang menarik untuk dikembangkan.

Alhamdulillah saya senang sekali, saya yang mengangkat, presiden ngangkat itu juga, pak Jokowi mengakui sendiri dan redefinisikan sendiri, jadi ini diskursus yang menarik tentang ekonomi, tentang kepentingan kaum ibu,” pungkasnya.

Sebelumnya Presiden Jokowi dalam acara Kongres Wanita Indonesia (Kowani) dan Sidang Umum International Council of Woman (ICW) ke-35 di Jogjakarta menyatakan sepakat dengan ketua Kowani Giwo Wiyogo yang menolak perempuan disebut dengan istilah “emak-emak”. Alasannya perempuan Indonesia sudah memiliki konsep ibu bangsa sejak 1935. “Jadi saya setuju tadi ibu Giwo menyampaikan istilah emak-emak, ibu bangsa,” tegasnya. (SR)

Komentar Facebook

Sumber
suara
Tags
Selanjutnya

Artikel Terkait

Scroll Up