Berita

Sambil Lesehan, Ribuan Kader Dukung Zulhasan untuk Presiden 2019

Kanigoro.com – Ribuan kader Partai Amanat Nasional (PAN) Jawa Tengah berkumpul di ballroom Hotel Patra Jasa, Semarang Jumat (12/1) untuk menegaskan dukungannya kepada Ketua Umum Zulkifli Hasan sebagai calon presiden RI 2019.

Ribuan kader dari eks karesidenan Semarang dan Pati duduk lesehan di karpet ballroom sambil membawa atribut bendera kecil bertuliskan “Zulhasan for President”. Kader-kader beratribut biru itu menjadikan ballroom seperti lautan biru.

Zulhasan, sapaan Zulkifli Hasan, didampingi oleh wakil ketua DPR RI Taufik Kurniawan, Sekjen Eddy Soeparno, Bendahara Umum Nasrullah Larada, anggota DPR RI Teguh Juwarno dan Yayuk Basuki serta Ketua DPW PAN Jateng, Wahyu Kristianto. Secara khusus Zulhasan mengapresiasi kehadiran kader dari berbagai daerah di Jawa Tengah terutama para kader dari cabang dan ranting.

“Tanpa cabang dan ranting tidak akan ada Zulhasan, tidak akan ada Eddy Soeparno, tidak ada Taufik Kurniawan, tidak akan ada PAN,” kata Zulhasan disambut gemuruh tepuk tangan kader.

Zulhasan mengingatkan bahwa kesenjangan semakin menganga dan kemiskinan meluas. Harga-harga naik, termasuk beras dan sembako. “Ini memunculkan ketidakpercayaan masyarakat kepada pemimpin,” kata Zulhasan.

Sekarang ini, lanjut Zulhasan, masyarakat semakin sering dibodohi oleh kekuatan-kekuatan politik. Mereka memilih wakilnya di DPR dengan tulus tapi ternyata aspirasinya tidak disuarakan.
Keresahan masyarakat terhadap peredaran minuman keras ternyata tidak didengar oleh wakil-wakil rakyat. “Malah sekarang ada delapan partai politik di DPR yang mendukung legalisasi peredaran miras, “Ini mengkhianati rakyat,” tegas Zulhasan.

Selain itu, muncul juga dukungan kepada pernikahan sejenis dari beberapa partai tertentu. “Kita tolak keras LGBT,” tambah Zulhasan.
Di tahun politik 2018 ini Zulhasan mengingatkan bahaya politik uang (money politics) yang ditengarai akan makin marak.

Menurut Zulhas, politik uang membodohi dan mengkhianati rakyat. “Rakyat dianggap gampang dibeli dengan sembako, nasi kotak, dan uang. Ini pengkhianatan terhadap rakyat.”

Kalau politik uang tidak diberantas maka politisi yang berkualitas tidak terpilih dan politisi yang jelek terpilih lagi.
Zulhasan mengingatkan seluruh kader PAN untuk aktif menjadi “political marketer” yang aktif memberi informasi politik kepada masyarakat untuk memberi pencerahan.
Diingatkan, jangan memakai politik transaksi dengan uang. Sebaliknya, politik transaksi PAN adalah melayani kepentingan rakyat dan memperjuangkannya. “Kalau ada masalah di masyarakat suarakan dan perjuangkan. Itulah kader yg aktif bukan pasif yang hanya menunggu instruksi,” pungkas Zulhasan. (*)

Selanjutnya

Artikel Terkait

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker