Berita

Ryaas Rasyid: Saya Cocok Dengan Hastag #2019GantiPresiden

Memberontak Terhadap Kedzaliman itu Perintah

Kanigoro.com – Menjadi tuan rumah buka bersama yang diselenggarakan Keluarga Besar Pelajar Islam Indonesia (KBPII) pada Sabtu (26/5) sore, mantan Menteri Negara Otonomi Daerah Prof. Dr. HM Ryaas Rasyid memberikan pesan-pesannya kepada para hadirin. Dari seputar pemahaman tentang keislaman sampai persoalan kenegaraan.

Terkait kitab-kitab suci sebelum turunnya Al Qur’an, Ryaas Rasyid menegaskan umat Islam tidak perlu mempelajari Taurat, Zabur atau Injil.

“Tidak ada perintah mempelajari Taurat, Zabur, Injil. Karena sejak turunnya Al Quran, kitab lain sudah expired. Al Qur’an itu the only one reference kalau kita mau bicara tentang Tuhan,” tegasnya.

Karena berbicara secara bebas tanpa tema khusus, Ryaas Rasyid menanggapi beberapa pernyataan yang dinilainya kurang pas. Seperti pernyataan bahwa umat Islam tidak boleh memberontak dengan merujuk Rasulullah SAW tidak pernah memberontak selama di Mekah.

“Memberontak terhadap kedzaliman itu perintah. Kalau pada masa Makkiyah, Rasulullah SAW belum memiliki kekuatan, bagaimana mau memberontak?”

Kenyataannya memang setelah hijrah ke Madinah, umat Islam baru mempunyai kekuatan. Sehingga saat hendak diserang pasukan kafir Quraisy, umat Islam segera menyusun kekuatan militer dan menghadapinya, meletuslah Perang Badar pada tahun ke-2 hijrah.

Ryaas Rasyid juga menyesalkan adanya pernyataan dari salah seorang KBPII yang baru mendapat posisi dalam pemerintahan, bahwa menaati perintah pemerintah sama dengan menaati Tuhan.

“Cinta dunia mampu mengubah hati orang yang semula diharapkan bisa memimpin,” ujarnya.

Terkait kondisi Indonesia sekarang Ryaas Rasyid menyarankan umat Islam untuk berkonsentrasi pada pemilu saja, jangan membuang-buang energi untuk yang lain.

“Dalam pilgub DKI yang menang umat Islam. Saya bilang ke Anis, bukan anda yang mengalahkan Ahok, tapi umat Islam yang mengalahkan Ahok,” jelasnya.

Selain pesan-pesan, Ryaas Rasyid juga menceriterakan pengalamannya dengan tiga orang Presiden RI, yakni Soeharto, Gus Dur dan SBY. Dijelaskannya saat ini dirinya ingin mengamati realitas rakyat Indonesia sekarang. Menurut Ryaas kondisi sekarang semua sudah jelas, tinggal bagaimana rakyat Indonesia bersikap.

“Saya cocok dengan hastag #2019GantiPresiden karena situasi memang harus berubah,” pungkasnya.

Buka bersama yang diselenggarakan Pengurus Besar Keluarga Besar Pelajar Islam Indonesia (PB KBPII) tersebut merupakan yang kedua kalinya setelah sebelumnya berlangsung di Rumah KBPII, Rabu (23/5) lalu. Dalam kesempatan tersebut hadir Ketua Umum PB KBPII Nasrullah Larada dan Wakil Ketua Umum Sofwat Hadi. Beberapa KB PII senior yang juga tampak hadir adalah MS Hidajat, Masyhuri AM, Makmun Abdullah dan A. Hakam Naja. Selain sambutan dari Ryaas Rasyid, hadirin juga mendapatkan taushiyah dari dosen Pasca Sarjana UIN Syarif Hidayatullah Dr. Riswanto. Acara buka bersama berikutnya akan dilaksanakan Jum’at (1/6) dengan tuan rumah Menteri Negara Agraria dan Tata Ruang Sofyan Djalil.

Komentar Facebook

Tags
Selanjutnya

Artikel Terkait

Scroll Up