Berita

PSBB Makassar Berakhir, Sekolah, Pusat Perbelanjaan Dibuka Kembali

Kanigoro.com – Pemberlakuan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di Kota Makassar telah berakhir sejak Jumat lalu (22/5).

Pemerintah Kota Makassar memutuskan untuk tak melanjutkan PSBB tahap ketiga di kota tersebut.

Meski demikian, akan tetap ada ketetapan terkait, mengganti PSBB dengan peraturan wali kota tentang protokol kesehatan.

Pejabat (Pj) Wali Kota Makassar, Yusran Yusuf menyampaikan, pihaknya sudah melakukan kajian dan akan menekankan protokol kesehatan.

“Pada intinya protokol kesehatan,” ujarnya, dikutip dari YouTube Kompas TV, Rabu (20/5).

Pemkot Makassar menyebut, terjadi penurunan kasus Covid-19 selama PSBB berlangsung.


Adapun beberapa kebijakan yang disebutkan dalam peraturan Wali Kota Makassar:

*Sekolah akan Dibuka*

Yusran Yusuf mengatakan, pihaknya telah menggelar rapat dan sudah ada keputusan final.

“Kalau Perwali ini, aktivitas semua memungkinkan dibuka, namun tetap harus mengikuti protokol kesehatan.”

“Misalnya, sekolah bisa saja dibuka dan mekanismenya melalui Dinas Pendidikan,” ungkap Yusran.

Pembukaan sekolah dimungkinkan karena dalam waktu dekat ada penerimaan siswa baru.

“Kita sudah rapat teknis dengan Dinas Pendidikan, sekolah-sekolah dibatasi jumlah siswa hanya 38 orang setiap kelasnya,” terangnya.

*Toko dan Mall Diperbolehkan Buka*

Yusran juga menyebut bahwa mall dan toko-toko sudah diperbolehkan buka kembali.

Namun, setiap pengunjung yang datang akan diperiksa dan juga dibatasi jumlah pengunjungnya.

“Untuk mengantisipasi pendatang dari daerah yang belanja ke Kota Makassar jelang Lebaran, mereka terlebih dulu diperiksa di daerahnya masing-masing,” ujar Yusran.

“Mereka harus melakukan _screening_ dulu di daerahnya. Demikian pula saat naik bus akan diperiksa lagi.”

“Sampai di Kota Makassar ingin berbelanja, diperiksa lagi di setiap toko-toko maupun mall,” lanjutnya.

Dilansir dari Kompas.com, aparat kepolisian yang menggunakan APD lengkap saat membubarkan kerumunan warga jelang buka puasa di beberapa tempat di Kota Makassar, Sabtu (25/4).

*Pesta Pernikahan dan Khitanan Boleh digelar*

Pemerintah Kota Makassar juga memperbolehkan warganya untuk menggelar pesta pernikahan setelah PSBB berakhir.

Hajatan lain seperti acara khitanan juga boleh diselenggarakan kembali.

Namun, tetap diwajibkan untuk menerapkan protokol pencegahan penularan Covid-19 seperti jaga jarak ( _physical distancing_ ).

“Kalau ruangan dipakai kapasitasnya 100, bisa diatur hanya 50 orang. Bagaimanalah diatur sebaik-baiknya,” kata Yusran Yusuf dalam keterangan tertulisnya, Jumat (22/5).

Dikutip dari TribunMakassar.com, dalam Perwali PSBB sebelumnya dicatat mengenai batasan pelaksanaan resepsi pernikahan.

Sebelumnya, pelaksanaan kegiatan pernikahan hanya bisa dilakukan di KUA atau Kantor Catatan Sipil.

Sementara itu, pengantin dilarang menggelar resepsi pernikahan setelah akad nikah.

“Jadi boleh menghadiri akad nikah di KUA, tapi untuk kalangan terbatas,” kata Pj Wali Kota Makassar Iqbal Suhaeb, Selasa (21/4).

Menurutnya, penyebaran Virus Corona bisa melalui resepsi pernikahan karena ada keramaian.

Dalam rancangan Perwali, diatur ruang lingkup pelaksanaan protokol kesehatan seperti:

  1. Pelaksanaan pembelajaran di sekolah atau institusi pendidikan lainnya
  2. Aktivis di tempat bekerja
  3. Kegiatan keagamaan di rumah ibadah
  4. Kegiatan di tempat atau fasilitas umum
  5. Kegiatan sosial dan budaya
  6. Pergerakan orang, dan barang menggunakan moda transportasi
  7. Pasar dan pedagang kaki lima
Selanjutnya

Artikel Terkait

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker
%d blogger menyukai ini: