Berita

PII Harus Hadir dan Dikenal

Oleh: Nasrulah Larada

Tujuh puluh tahun usia yang cukup panjang. Banyak yang sudah dilalui oleh PII. Salah satu kesaksian dari Jenderal Soedirman. Waktu pemberontakan PKI tahun 1948 PII bersama umat turut maju di garis depan.

Masa akhir orba PII cukup tertekan karena menolak asas tunggal. Sempat menerima pancasila. Namun hanya selang beberapa hari, orba jatuh. Ini menunjukkan PII kurang bisa membaca perkembangan zaman.

Sewajarnya usia 70, masanya menikmati masa tua. Tapi PII dituntut bangkit. Kondisi pendidikan kita banyak masalah.

PII harus fokus ke pelajar yang masih dibingungkan oleh kurikulum, USBN, dan sebagainya. Belum lagi soal narkoba, seks bebas, dan sebagainya.

PII dan ormas sejenisnya jangan merasa tenang-tenang saja. Seakan tidak ada persoalan. Hampir 90% pelajar tidak kenal PII. Kalau IPM dan IPNU-IPPNU dikenal di lingkungan sekolah ormas induknya masing-masing. PII harus mulai dikenal dengan trainingnya.

Riak-riak kecil pasca muktamar sama-sama kita selesaikan. Jangan lagi kita ribut di internal. Ishlah lah.

Sekeras apapun pertikaian di internal PII, selama ada KB PII insya Allah aman. Biarlah mereka belajar dari proses berorganisasi.

Alumni PII ada di berbagai parpol, birokrat dan pengusaha. Mendikbud adalah alumni PII. Pak Sofyan pernah aktif di PB PII. Pak JK juga aktif di PII. Pak Tanri, pernah jd Ketum KB PII.

Sudah saatnya PII bicara tentang pelajar. Menyuarakan tangisan pelajar. Kemarin-kemarin waktu ada isu kurikulum PII tidak muncul. Sekarang harus muncul.

Peran ormas pelajar perlu untuk mengembalikan marwah pelajar sesuai cita-cita bangsa dan negara.

Pelajar butuh sentuhan soft skill, seni memimpin dan beradaptasi

Untuk menyelesaikan konflik internal PB PII, butuh kebesaran hati.

Ketua Umum KB PII, disarikan dari sambutan peringatan Harba Ke-70 PII di Gedung Juang 45, 4 Mei 2017.

Komentar Facebook

Tags
Selanjutnya

Artikel Terkait

Scroll Up