Berita

Pesan Kebaikan dari KURMA Magelang

Kanigoro.com – Sudah selayaknya bahwa tahun politik diproduktifkan dan dikreasi jadi tahun pendidikan politik, tahun pencerdasan politik dan tahun kemenangan politik bagi rakyat dan bangsa Indonesia. Demikian dikatakan Aris Munandar, Sekjen Koalisi untuk Relawan Ma’ruf Amin (Kurma).

Dia berharap agar tahun ‘politik’ tidak dijadikan sebagai tahun keluh kesah politik, tahun grundelan politik, tahun caci maki politik, tahun saling menjelekkan dan menjatuhkan lawan politik.

“Ciptakan jurus politik jitu sehingga musuh bisa kalah telak. Karena tumandang kerja kanthi prayitna lewih becik kanggo nandangi lawan politiknya,” tambahnya sambil mengutip ungkapan Jawa yang kurang lebih berarti dengan bertindak yang berguna lebih baik untuk menghadapi laaan.

Menurut Aris, yang seharusnya dianggap musuh adalah pihak pihak yang memusuhi bangsa dan rakyat Indonesia, termasuk di dalamnya mereka yang memusuhi umat Islam dengan melakukan diskriminasi atas mayoritas.

“Mereka yang melakukan fitnah intelijen dan menstigma umat Islam. Serta mereka yang mem-faith a comply umat Islam.  Karena mereka juga ikut main politik di tahun politik ini. Karena itu kita harus cerdas, cerdas, cerdas dan berkualitas,” tegasnya.

Aris mencontohkannya dengan langkah yang dilakukan oleh Relawan Kurma Kabipaten Magelang dan Sleman dengan semangat #GerbangSemestaKebaikan mereka memasang spanduk di titik-titik strategis yang memuat pesan yang sangat religi. Spanduk itu berisi ucapan selamat atas terselenggarakannya Muktamar XVII Pemuda Muhammadiyah di Yogyakarta (25 s.d 28 Nopember 2018).

Ditambahkannya, bahwa pesan kebaikan menyejukkan banyak pihak. Terutama bagi yang sempat membacanya, bahwa kita sebagai anak bangsa jangan mau dipecah-belah atas nama agama atau pun istilah lain yang kini malah bikin memperuncing suasana.

“Spanduk itu dipasang bertujuan, bahwa warga Magelang dan Sleman, tidak menghendaki adanya pertikaian maupun benturan fisik, omongan, maupun caci maki yang lebih banyak akan memecahbelah umat dan bangsa Indonesia,” kata Akhmad Mujahidin, Sekretaris Kurma Magelang, menjelakan lebih lanjut tentang spanduk yang dimaksudkan Aris.

Menurut pengamatan Mujahidin, upaya menyejukkan dan menentramkan ini disambut baik oleh masyarakat sekitarnya.

“Saya sangat kagum dengan relawan Jokowi, yang notabene kini menjadi sorotan warga gara-gara mantan Ketua Umum Pemuda Muhammadiyah diperdugakan dengan tindak pidana korupsi. Dengan adanya spanduk dari relawan Jokowi ini, suasananya menjadi adem dan menyejukkan,” kata Salim, warga Yogyakarta yang kebetulan lewat pertigaan lampu merah Palbapang.

Spanduk dengan mengajak kebaikan ini pun, menjadi bukti bahwa masyarakat menginginkan suasana politik di tahun politik ini agar lebih didinginkan lagi.

“Jangan malah dikompori terus,” pungkasnya selanjutnya.

Komentar Facebook

Tags
Selanjutnya

Artikel Terkait

Scroll Up