BeritaFeatured

Pernyataan Sikap PB KB PII Terhadap Perhitungan Suara dalam Pemilu 2019

Kanigoro.com – Pemungutan dan penghitungan suara di TPS untuk Pemilihan Presiden dan Pemilihan Legislatif 2019 telah selesai dilaksanakan dengan aman dan tertib meskipun masih banyak kekurangan di tingkat penyelenggaraannya. Saat ini dan beberapa hari kedepan merupakan tahapan yang sangat penting yaitu tahapan penghitungan dan rekapitulasi di tingkat kelurahan hingga ke tingkat nasional.

Di ruang publik, media massa dan media sosial telah menyajikan informasi hasil pemilu, yang dilakukan secara quick count oleh beberapa lembaga survei maupun real count oleh tim pemenangan calon tertentu. Dari hasil keduanya ada perbedaan yang sangat signifikan bahkan berbeda satu sama lain. Hal ini menimbulkan kebingungan di masyarakat.

Dengan hasil yang berbeda tersebut, jika tidak diantisipasi dengan baik dan tidak disikapi dengan dewasa oleh masyarakat dan pihak-pihak yang terlibat dalam kontestasi ini, berpotensi menimbulkan kerawanan dan kemungkinan menyebabkan potensi perpecahan di kalangan masyarakat. Gejala ini semakin kentara dan meruncing, jika diamati dari kabar yang beredar di media sosial.

Pengurus Besar Keluarga Besar Pelajar Islam Indonesia (PB KB PII) pun memberikan pernyataan sikap terkait kondisi ini. Berikut adalah pernyataan sikap resmi yang dikeluarkan oleh PB KB PII hari ini di Jakarta, Kamis (18/4).

Pernyataan Sikap PB KB PII Terhadap Perhitungan Suara dalam Pemilu 2019

Untuk menjaga suasana yang kondusif dan menjaga kemaslahatan bersama, maka dengan ini Pengurus Besar Keluarga Besar Pelajar Islam Indonesia (KB PII) menghimbau kepada kader, ummat dan bangsa Indonesia pada umumnya, agar:

1. Menjadikan perhitungan Komisi Pemilihan Umum (KPU) sebagai rujukan utama atas hasil pemilihan umum serentak 2019.

2. Menunggu dengan penuh kesabaran, dengan tetap menjalin ukhuwah dan persaudaraan sesama warga negara dan bangsa Indonesia.

3. Secara aktif ikut menjaga ketertiban dan menjadi penetralisir setiap adanya potensi gejolak di masyarakat.

4. Berkontribusi aktif dalam menjaga pemilu yang Jujur dan Adil dan menghindarkan diri dari setiap potensi kecurangan dalam proses pemilu.

5. Kepada Penyelenggaran Pemilu, KPU dan Bawaslu dengan seluruh perangkatnya untuk tetap menjaga netralitas, menjaga amanah dan menjunjung tinggi kedaulatan dan suara rakyat. Dengan segenap kekuatannya KPU dan Bawaslu diharapkan dapat mempercepat proses perhitungan dan segera mengumumkan kepada publik, untuk menghindarkan potensi kegaduhan di masyarakat.

6. Kepada para Pimpinan Partai, Tokoh Masyarakat, Tokoh Agama agar dapat memberikan teladan dalam menghadirkan suasana damai dan rasa kekeluargaan dalam bingkai kebinekaan di negara tercinta.

7. Kepada para kontestan untuk dapat menahan diri dan menenangkan konstituennya hingga proses perhitungan selesai secara tuntas, dan menjalani proses sesuai koridor yang telah ditetapkan.

Demikian pernyataan dan himbauan ini kami sampaikan dengan landasan kecintaan dan ketulusan dalam menjaga keutuhan dan kedamaian bangsa dan negara Indonesia, menuju Baldatun Thayyibatun wa Rabbun Ghafur.

Pernyataan sikap ini ditandatangani oleh Ketua Umum PB KB PII Nasrullah Larada, S.IP., M.Si dan Ir. Asep Efendi selaku Sekretaris Jenderal. (Fn)

Komentar Facebook

Tags
Selanjutnya

Artikel Terkait

Scroll Up