BeritaFeatured

Penyelenggaraan Reuni 212 Bisa Jadi Role Model Dunia

Kanigoro.com – Kesuksesan penyelenggaraan Reuni 212 yang berlangsung di kawasan Monas, Jakarta Pusat, Ahad (2/12), bisa menjadi role model penyelenggaraan kegiatan sejenis di Indonesia bahkan dunia internasional.

“Mengapa tidak proses perencanaan dan pelaksanaan Reuni 212 ini dibuat menjadi role model,” ujar Direktur Eksekutif Lembaga Emrus Corner, Emrus Sihombing seperti dikutip Republika.co.id, Rabu (5/12/2018).

Terlepas dari agenda dan wacana sebagian anggota masyarakat yang menilai, Reuni 212 bermuatan politik, ia justru menilai pelaksanaan Reuni 212 berlangsung sangat baik, tertib, dan teratur, meski diikuti banyak peserta.

Relawan posko konsumsi reuni 212
Relawan posko konsumsi reuni 212 (foto ist)

Emrus menyarankan, ke depan, kegiatan publik, seperti konser, silaturahim politik, perayaan pergantian tahun, penyampaian aspirasi, atau kegiatan lain yang mengikutsertakan masyarakat banyak dapat mencontoh peserta Reuni 212.

Karena, lanjut dia, berlangsungnya kegiatan tersebut pasti tidak lepas dari banyak unsur yang saling bekerja sama dengan baik. Yakni panitia, pemerintah daerah, kepolisian, media masa, serta masyarakat peserta reuni sendiri.

“Jadi, menurut saya, keempat unsur tersebut telah melakukan relasi kesetaraaan, kebersamaan, saling memahami, serta saling menghormati tugas pokok dan fungsi antara satu dengan lain, sehingga tidak terjadi semacam ego sektoral yang tidak penting di antara mereka,” ucapnya.

meme sikap pers indonesia terhadap reuni 212
Meme yang mempertanyakan sikap pers Indonesia kepada aksi 212 (sumb ist)

Karena itu, Emrus berpendapat, pelaksanaan Reuni 212 ini sangat pantas menjadi role model untuk Indonesia ke depan ketika sekelompok masyarakat melakukan kegiatan di ruang terbuka. Termasuk, sambungnya, dalam penyampaian aspirasi kepada pemerintah maupun kepada lembaga legislatif.

“Untuk itu, saya juga menyarankan kepada KPU, Bawaslu, para aktor politik, partai politik, panitia Reuni 212 dan pemerintah secara bersama-sama membentuk tim pengkajian untuk mempelajari secara mendalam dan holistik terhadap proses perencanaan dan pelaksanaan Reuni 212 ini,” sarannya.

Hasil kajian ini, tambahnya, dapat melahirkan model pelaksanaan suatu kegiatan yang mengikutsertakan sangat banyak orang, tetapi berjalan dengan tertib. Model ini juga diharapkan menjadi pedoman kredibel di Tanah Air dan bisa menjadi rujukan negara-negara lain di seluruh dunia.

“Indonesia, selanjutnya, bisa menjadi tempat studi banding bagi berbagai negara di dunia dalam mengelola kegiatan yang mengikutsertakan banyak sekali orang di ruang publik dengan berbagai kemasan acara, termasuk dalam bentuk penyampaian aspirasi publik di ruang terbuka,” kata dia.

(ROL/t)

Komentar Facebook

Selanjutnya

Artikel Terkait