Berita

Pengamat Public Speaking: Tak Ada yang Aneh dari Pidato Prabowo

Kanigoro.com – Pengamat Public Speaking dan Trainer Senior, Amir Faisal menyatakan tidak ada yang aneh dari pidato Prabowo Subianto. Pernyataan Amir ini disampaikan menanggapi heboh “tampang Boyolali” yang kini menjadi pembicaraan, menyusul pidato Prabowo Subianto dalam peresmian Kantor Badan Pemenangan Prabowo Sandi di Boyolali, Selasa (30/11).

“Sebagai orang yang telah belasan tahun menjadi Trainer and Coach (termasuk public speaking), Public Speaking Prabowo Subianto justru sudah banyak mengalami perubahan. Menjadi lebih santai, dan banyak joke nya. Ini pasti besutan oleh Timnya,” ujar Amir Faisal kepada Kanigoro.com.

Amir mengakui memang ada gaya khas yang tidak bisa diubah, atau oleh pelatihnya memang sengaja dibiarkan tetap original dari Capres nomor urut 2 ini. Karena justru disitulah daya impresinya. Misalnya tentang kepolosan, tidak suka basa-basi dan tidak suka memamerkan kelebihan pribadinya.

Tentang pidato di Boyolali, Amir menyatakan tidak ada yang salah dalam statemen dan pidato tersebut.

“Sesudah saya simak berulang-ulang, secara Ilmu Public Speaking, tidak ada yang salah. Mengingat dia berbicara dalam lingkup internal. Sangat biasa sekali seorang Speaker membuat joke dengan gaya “ejekan”. Pihak yang diejekpun biasa-biasa, dan malah ngakak”.

Amir mencontohkan gaya pidato mengejek seseorang sebagai penakut tapi disampaikan kepada seorang tantara yang sudah terjun puluhan kali di medan perang. Orang tersebut pasti tidak akan merasa terhina karena semua tahu itu adalah sebuah guyonan.

“Tim sukses PADI (Prabowo Sandi) di Boyolali yang rata-rata banyak dari kalangan bukan orang berduit, diejek gak pernah nginap di hotel berbintang, ya cuman senyum kecut, dan ketawa-ketiwi. Paling-paling hanya membalas, ‘Traktir dan undang kita dong, nginap di hotel berbintang,’” tambah pria yang sudah menulis berbagai buku tentang Training and Public Speaking ini.

Menurut Amir, konteks pidato Prabowo memang untuk konsumsi internal di lingkungan timses dimana acaranya adalah deklarasi dan peresmian timses.

“Menjadi tidak biasa jika joke itu kemudian disebarkan pada pihak luar yang tidak mengikuti acara itu. Lantas mereka marah tanpa memahami maksud dari ucapan tersebut,” (t)

Tags
Selanjutnya

Artikel Terkait

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker
%d blogger menyukai ini: