Berita

Pemuda Muhammadiyah Sayangkan Penangkapan Pimpinan Aksi 313

Jakarta, Kanigoro.com –
Menanggapi penangkapan pimpinan Aksi 313, Ketua Umum Pimpinan Pusat Pemuda Muhammadiyah, Dahnil Anzar Simanjuntak mengatakan polisi sudah tidak sehat lagi. “Jadi dalam situasi seperti ini justru tidak sehat, bisa menyulut provokasi juga,” ujar Dahnil seperti dikutip Republika, Jumat (31/3).

Sebagaimana diberitakan berbagai media, Sekjen Forum Umat Islam (FUI), KH Muhammad Al-Khaththath, ditangkap aparat kepolisian dan dibawa ke Mako Brimob, Kelapa Dua, Depok pada Kamis (30/2) malam. Ia ditangkap atas dugaan makar bersama empat orang lainnya, yaitu aktivis Zainuddin Arsyad, Wakorlap Aksi 313 Irwansyah, Panglima FSI Diko Nugraha, dan Andry.

Dahnil mengaku belum mengetahui alasan polisi menangkap penggerak Aksi 313 tersebut. Karena itu, ia mendesak kepolisian untuk segera mengeluarkan pernyataan resmi.

“Jadi ada baiknya polisi segera mungkin menjelaskan apa alasan yang bersangkutan ditangkap, karena justru bisa menyulut praduga macam-macam,” ujarnya.

Penangkapan tersebut juga dinilai dapat memperburuk citra polisi sendiri. Menurut Dahnil, polisi bisa diduga melakukan kriminalisasi dan sebagainya.

“Polisi harus menjelaskan ini, karena ini memunculkan kriminalisasi, apalagi sekarang masih ada aksi,” kata Dahnil.

Senada dengan Dahnil, wakil Ketua DPR RI Fadli Zon mengecam penangkapan tersebut. Kepada wartawan di komplek senayan Ia meminta agar kepolisian segera melepaskan pimpinan aksi 313.

“Menurut saya mereka harus segera dilepaskan lah, kalau enggak ada bukti jangan lakukan itu. Jadi harus dihentikan,” tandas Fadli.

Dia menilai, hak menyampaikan pendapat, berserikat dan berekspresi, dijamin konstitusi sepanjang hal itu dilakukan sesuai peraturan perundangan yang berlaku. Karenanya, hak tersebut tak boleh dihilangkan paksa oleh aparatur kemanan negara. (rol/okz/th)*

Komentar Facebook

Selanjutnya

Artikel Terkait