Berita

PB PII Berkolaborasi dengan MYF Selenggarakan Lokakarya Penulis Muda

Kanigoro.com – Pengurus Besar Pelajar Islam Indonesia (PB PII) dan Muslim Youth Forum (MYF) on International Issues berkolaborasi menyelenggarakan Lokakarya Penulis Muda, pada Sabtu dan Ahad, (24 & 25/11) di tempat yang berbeda. Peserta berasal dari berbagai kalangan, antara lain aktivis, mahasiswa dan jurnalis.

“Hari pertama Lokakarya Penulis Muda ini dilaksanakan di  Wisma Daria, Jl. Iskandarsyah Raya Jakarta, dan hari kedua bertempat di gedung Dewan Dakwah Islamiyyah Indonesia,” jelas ketua pelaksana Aziz Fauzul Adzim.

Fauzul menambahkan, bahwa dilaksanakannya kegiatan ini merupakan salah satu upaya untuk memberikan stimulus kepada generasi muda guna meningkatkan kemampuan menulisnya.

“Sengaja kita buat tema kegiatan ini ‘goresan pena pemuda adalah rancangan masa depan bangsa‘, supaya kita sadar bahwa tulisan yang kita buat merupakan sebuah mata rantai yang akan membentuk rangkaian perjalanan generasi muda menuju masa depannya” imbuhnya

Dalam momen ini, Muhammad Anthoni, yang merupakan direktur eksekutif Muslim Youth Forum memberikan pesan kepada seluruh peserta  untuk mengasah kembali kemampuan menyajikan tulisan yang renyah dan mudah difahami oleh generasi sekarang.

“Teruslah mengasah diri dengan banyak membaca, harapan besar kita adalah memberikan pengaruh terhadap perubahan bangsa kedepannya melalui menulis,” ajaknya.

Ketua Umum PB PII Husin Tasrik Makrup Nasution dalam kesempatan tersebut menjelaskan bahwa budaya membaca dan menulis generasi muda ini sangat penting untuk menanggulangi berita hoax yang marak muncul di seluruh kalangan masyarakat.

“Di era digital ini banyak sekali ditemukan berita yang tidak bisa dipastikan kebenarannya, oleh karena itu budayakan lah membaca dan menulis agar tidak termakan berita hoax“, jelasnya.

Pembukaan lokakarya dihadiri Aris Darmansyah, Asdep Pemberdayaan dan Kerukunan Umat Beragama pada Kemenko PMK. Turut hadir dalam lokakarya tersebut jurnalis yang sudah memiliki reputasi internasional untuk berbagi pengalaman, seperti: Hendrajit (Direktur eksekutif Global Future Indonesia), Ahmad Faried (ex. Direktur Antara), Asro Kamal Rokan (Redaktur senior Jurnas.com dan BUMNTrack, Anggota dewan kehormatan PWI Pusat dan pendiri Forum Pemred)

Topik politik luar negeri RI hingga lima tahun ke depan, dalam lokakarya dibahas oleh: Fahmi Al-Fansi (pengamat masalah luar negeri dan pertahanan), Berlian Helmy (Director of Political Departement LEMHANAS) dan Nur Munir (Head of Research Centre Islamic and Middle Eastern Research Centre, IMERC)

Nara sumber lainnya Nurhono (Pendiri Sekolah Kepemimpinan Ummat dan Bangsa, SKUB) yang mendialogkan konsep berfikir dan Hersubeno Arif (wartawan senior, konsultan politik dan media) yang berbicara tentang diplomasi dan media sosial.

Komentar Facebook

Tags
Selanjutnya

Artikel Terkait

Scroll Up