Berita

Pakar Politik: Perdebatan Publik Jelang Debat Capres Cawapres Makin Melenceng

Kanigoro.com – Perdebatan publik jelang debat resmi capres-cawapres yang diselenggarakan KPU makin melenceng topik utama berkait visi dan misi pasangan capres cawapres. “Perdebatan publik menjelang digelarnya debat capres cawapres semakin tidak konstruktif dan melenceng jauh dari panduan konstitusi yang semestinya”, demikian kata Dr. Bambang Sutrisno, SH, MH, dosen Pasca Sarjana Magister Hukum UNISKA, Kediri, Jawa Timur, kepada kanigoro.com, Senin (31/12).

Bambang mengatakan, Konten perdebatan publik yang muncul ke permukaan tidak lagi beraksentuasi pada persoalan substantif sehingga pilihan diksi yang terucap terkesan asal bunyi tanpa isi. Misalnya menuding paslon lain sebagai dalang penculikan aktivis dan pembantai mahasiswa tanpa alasan hukum yang dapat dipertanggungjawabkan.

Bambang juga menyayangkan adanya sindiran-sindiran sarkastis dari paslon pada paslon lainnya. “Munculnya sindiran sarkastis dari salah satu paslon capres terhadap paslon lain secara personal sangatlah disayangkan, karena selain tidak mendidik juga tidak mencerminkan sosok negarawan yang pantas diteladani”, tambah Bambang Sutrisno yang juga sebagai Caleg DPR RI dari PAN no urut 5 Dapil 8 Jatim.

Dr Bambang Sutrisno
Dr Bambang Sutrisno

“Kini rakyat sedang menunggu lontaran gagasan cerdas dan tawaran kebijakan strategis dari kedua paslon capres cawapres sebagai bahan pertimbangan untuk menentukan pilihan politiknya secara tepat. Kini rakyat sedang menimbang dan menimbang secara serius, siapa dari kedua paslon capres cawapres yang akan berlaga pada pemilu 2019 yg paling layak mereka pilih”, sambung Bambang yang tokoh Muhammadiyah Mojokerto, Jatim ini.

Oleh karena itu, lanjut Bambang, siapa diantara kedua paslon yang lebih inten membangun komunikasi dengan para calon pemilihnya maka merekalah yang lebih berpeluang tampil sebagai pemenang.

Persoalan paling serius dihadapi penduduk negeri ini, simpul Bambang, adalah ketidakpastian hukum dalam segala bidang kehidupan, lemahnya daya beli masyarakat dan kian sempitnya ketersediaan lapangan pekerjaan bagi usia angkatan kerja. “Siapakah dari kedua paslon capres cawapres yang lebih bisa diharapkan mampu mengatasi persoalan tersebut? Marilah kita simak secara seksama gagasan cerdas dan konsep kebijakan strategis yang mereka tawarkan” pungkas dia.

(Laporan Sudono Syueb, Jawa Timur)

Komentar Facebook

Tags
Selanjutnya

Artikel Terkait

Scroll Up