Berita

MUI Bolehkan Pengawetan dan Pendistribusian Daging Kurban Olahan




Kanigoro.com – Ketimpangan sosial antar kawasan, khususnya di kalangan umat Islam terasa pada saat penyembelihan kurban di hari Idul Adha. Di kawasan perkotaan bisa jadi akan surplus daging kurban, karena banyak orang mampu yang berkurban. Beda dengan di kawasan pedalaman dan daerah pelosok, khususnya yang merupakan kantong kemiskinan. Bisa jadi di kawasan tersebut, tak ada seorangpun umat Islam yang berkurban.

Mengantisipasi kondisi tersebut, Komisi Fatwa Majelis Ulama Indonesia (MUI) Pusat telah mengeluarkan fatwa tentang pengelolaan daging kurban. Fatwa Nomor 37 Tahun 2019 tentang Pengawetan dan Pendistribusian Daging Kurban dalam Bentuk Olahan tersebut, ditandatangani 7 Dzulhijjah 1440 H (7 Agustus 2019 M) oleh Ketua Komisi Fatwa MUI Pusat Prof Dr H Hasanuddin AF, MA dan Sekretaris Dr HM Asrorum Ni’am Sholeh, MA.

“Pada prinsipnya, daging hewan kurban disunnahkan untuk didistribusikan segera (ala al-faur) setelah disembelih agar manfaat dan tujuan penyembelihan hewan kurban dapat terealisasi yaitu kebahagian bersama dengan menikmati daging kurban,” demikian pertimbangan pertama dalam fatwa tersebut.

Pertimbangan kedua, bahwa daging kurban disunnahkan dibagikan dalam bentuk daging mentah, berbeda dengan aqiqah. Dan pertimbangan ketiga, daging kurban didistribusikan untuk memenuhi hajat orang yang membutuhkan di daerah terdekat.

Selanjutnya Komisi Fatwa MUI Pusat berpendapat, “Menyimpan sebagian daging kurban yang telah diolah dan diawetkan dalam waktu tertentu untuk pemanfaatan dan pendistribusian kepada yang lebih membutuhkan adalah mubah (boleh) dengan syarat tidak ada kebutuhan mendesak.”

Berdasarkan pertimbangan kemaslahatan, maka Komisi Fatwa juga berpendapat, bahwa daging kurban boleh (mubah) untuk:

a. Didistribusikan secara tunda (ala al-tarakhi) untuk lebih memperluas nilai maslahat.
b. Dikelola dengan cara diolah dan diawetkan, seperti dikalengkan dan diolah dalam bentuk kornet, rendang, atau sejenisnya.
c. Didistribusikan ke daerah di luar lokasi penyembelihan.

Komentar Facebook

Tags
Selanjutnya
Scroll Up