Berita

Mohammad Nasih: Perlu Ada Hafidz dari Kalangan Ekonomi Menengah ke Atas

Kanigoro.com – Perlu ada hafidz yang berlatar belakang keluarga dari kalangan ekonomi menengah ke atas. Selama ini yang bisa bertahan mengikuti program tahfidz umumnya dari keluarga ekonomi menengah ke bawah. Demikian disampaikan Pendiri Mohammad Nasih Institute, Dr. Mohammad Nasih, ketika memberikan ceramah sebelum shalat tarawih dalam kegiatan buka bersama Keluarga Besar Pelajar Islam Indonesia (KBPII), Kamis (7/6) malam. Kegiatan terakhir dari rangkaian buka bersama yang digelar KBPII tersebut bertempat di rumah dinas Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Muhadjir Effendy.

Lebih lanjut dijelaskan Nasih, selama ini kalau ada anak-anak dari kalangan ekonomi menengah ke atas yang mengikuti program tahfidz seringkali kurang kuat untuk bisa disiplin mengikuti ketentuan yang diberlakukan. Berbeda dengan anak-anak dari kalangan ekonomi menengah ke bawah, karena berharap juga bisa mendapat bea siswa untuk melanjutkan kuliah, mau tidak mau harus bisa mendisiplinkan dirinya.

Selain ceramah oleh Mohammad Nasih, juga disampaikan taushiyah saat menjelang berbuka puasa oleh Ketua PW KBPII Kalimatnan Selatan, Khairani Idris. Dalam taushiyahnya Khairani menjelaskan, bahwa orang yang berpuasa menjalankan shalat tarawih dan ibadah malam lainnya, maka dia akan dihapuskan dosa-dosanya sehingga seperti seorang bayi yang baru dilahirkan.

“Seorang bayi yang baru dilahirkan itu mempunyai empat ciri. Pertama dia tidak serakah, kedua tidak sombong, ketiga dia ikhlas dan yang keempat tidak punya dosa,” ujarnya memberi perumpamaan.

Mantan Ketua Umum PB KBPII Sutrisno Bachir juga ikut memberikan ceramah tentang perkembangan politik terakhir, khususnya terkait proses pilpres yang akan dimulai tahapan pendaftarannya pada bulan Agustus nanti. Mas Tris berharap agar ada kader-kader PII yang nantinya bisa menjadi penguasa, tak hanya menjadi pengusaha atau cendekiawan saja.

Selain Mendikbud Muhadjir Effendy selaku tuan rumah, acara bukber juga dihadiri Ketua Umum PB KBPII Nasrullah Larada, beberapa tokoh KB PII senior dan dosen dari berbagai daerah, seperti Endang Basri Ananda, Prof. Aris Munandar (Universitas Negeri Makasar), Prof. Suteki (UNDIP), Najamuddin Ramli (Kemendikbud), Ali Muchtar Ngabalin dan lain-lain. 

Komentar Facebook

Tags
Selanjutnya

Artikel Terkait

Scroll Up