BeritaFeatured

Menkop dan UKM: Bisnis Online dan Offline Harus Saling Mendukung

Kanigoro.com – Meskipun revolusi industri 4.0 telah mengubah cara bisnis ke sistem online namun tidak akan total menggusur bisnis offline. Bisnis offline masih lebih dominan dibandingkan online.

“Sehebat-hebatnya revolusi industri 4.0 tidak akan bisa mengalahkan offline. Bisnis online terbesar di Cina baru 16 persen dari total jual beli di negara itu. Indonesia baru 6-7 persen,” ujar Menteri Koperasi dan UKM Puspayoga, Sabtu (14/9) saat membuka Rakernas Asosiasi Pengusaha Jasa Boga Indonesia (APJI) V di Sanur, Bali.

Rakernas mengangkat tema APJI menuju 4.0. Mendorong industri jasa boga yang berkelanjutan dan meningkatkan kualitas untuk mencapai kesejahteraan.

Puspayoga mengatakan tema yang diangkat APJI sangat tepat sebab revolusi industri 4.0 telah memudahkan dunia bisnis lewat internet. Ia mencontohkan, pengusaha hotel tidak harus memiliki bangunan hotel, tapi bisa mengelola penjualan kamar hotel secara online. Begitu juga pengusaha taksi tidak harus memiliki armada tapi bisa menjalankan bisnis transportasi secara global.

Ia meminta pengusaha termasuk pengusaha yang tergabung di APJI menangkap fenomena tersebut. Mampu memanfaatkan bisnis online dan offline secara bersamaan. “Kedua model bisnis ini harus saling menunjang. Kalau tidak memanfaatkan online susah juga, namun jangan mengandalkan offline semata,” tegas Puspayoga.

Ia mengemukakan pengusaha jasa boga merupakan pengusaha yang sudah memiliki jaringan luas. Walaupun demikian, pemanfaatan bisnis secara online juga diperlukan.

Puspayoga dalam sambutannya menyampaikan bisnis jasa boga terkait erat dengan dunia pariwisata. Jika pariwisata berkembang maka UKM juga berkembang.
Menurutnya pengembangan dunia pariwisata perlu strategi. Hal itu yang diterapkan Bali, mengembangkan pariwisatanya selama ratusan tahun. Menurutnya yang perlu dibangun lebih dulu adalah masyarakatnya yang berkarakter pariwisata.

Ketua APJI Rahayu Setiowati mengatakan Rakernas akan membahas masalah-masalah implementasi revolusi industri 4.0 untuk peningkatan kualitas yang berkesinambungan.
Mengingat masih banyak pengusaha jasa boga berskala UKM yang membutuhkan pembinaan agar dapat naik kelas. “Kita ingin hasil Rakernas ini konkret seperti harapan Menteri Koperasi dan UKM sehingga pelaku usaha jasa boga semakin berkembang,” kata Rahayu.

Hadir dalam acara tersebut Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian Provinsi Bali I Putu Astawa dan Staf Ahli Menteri Koperasi dan UKM bidang Produktivitas dan Daya Saing Herustiati (Azw/t)

Komentar Facebook

Selanjutnya

Artikel Terkait

Scroll Up