Berita

Masyarakat Sulsel Siap Jaga Keutuhan Bangsa

Jakarta, Kanigoro.com – Puluhan tokoh yang berasal dari Bugis, Makassar, Mandar dan Toraja menyatakan dukungannya kepada Wakil Presiden Republik Indonesia, Jusuf Kalla. Mereka berkumpul di Kantor Perwakilan Pemrov Sulawesi Selatan di kawasan Jakarta Pusat, Rabu, 17 Mei 2017.

Beberapa tokoh nampak hadir diantaranya Said Didu, Jamaro Dulung, Syamsul Munir, Muchlis Patahna. Insanial Burhamzah dan Arslam Katutu. Mereka siap merapatkan barisan, salah satunya karena sebuah video yang belakangan menyebar ke berbagai media sosial.

Dalam video tersebut, seorang narator menyebut Jusuf Kalla (JK) terus memperkaya diri dengan korupsi. Orator itu pun menyebutkan kemenangan Anies Baswedan dan Sandiaga Uno karena intervensi JK.

Ketua II Kerukunan keluarga Mandar Sulbar Pusat (KKMSB) Padlia Parakasih menyatakan, KKMSB pusat menyatakan ikut bertanggung jawab menjaga kebhinekaan dan solidnya persatuan bangsa. Namun jika ada oknum ataupun perorangan mencoba memecah belah, menyangkut pemimpin bangsa dan beliau warga SULSEL, bahkan JK sebagai simbol negara dituding sebagai akar masalah di Indonesia, sudah sepatutnya kami maju membela harkat dan martabat, sesuai UU yang berlaku”.

Warga asal Sulsel ini juga menyerukan kepada semua komponen bangsa untuk :

1. Berhenti melakukan pecah pelah bangsa dengan bungkus indah, tetapi pada dasarnya adalah memecah belah bangsa – termasuk upaya memecah hubungan Presiden dengan Wakil Presiden.

2. Bahwa kami warga yg berasal dari Sulsel menyatakan bhw kami sangat berkepentingan atas atas utuhnya NKRI dan stabilnya keamanan dan politik serta terwujudnya pertumbuhan ekonomi karena :

a. Secara georgrafi, kami Warga asal Sulsel berada di Seluruh Wilayah dan pelosok Indonesia

b. Secara kultural, kami Warga yang berasal dari Sulsel telah menyatu secara kultur dengan seluruh etnis yang ada di NKRI baik melalui akulturasi budaya maupun lewat perkawinan

c. Secara ekonomi, kami Warga Sulsel yg sebagian besar bekerja sebagai Saudagar, petani, dan berbagai profesi lain di seluruh Indonesia menjadi pejuang-pejuang pertumbuhan ekonomi dan penampung tenaga kerja di daerah tempat kerja masing-masing dengan prinsip di mana bumi dipijak – di situ langit dijunjung.

d. Secara politik, kami Warga berasal Sulsel terdapat pada semua kelompok, termasuk pada Semua Partai politik sehingga sudah terbiasa dengan perbedaan yg saling menghormati.

3. Adalah merupakan praktik bernegara yang buruk apabila ada usaha-usaha memecah belah kedua Pemimpin negara, dengan terus menerus mendeskreditkan Wakil Presiden. Lebih buruk lagi jika praktik menghancurkan nama baik Wakil Presiden dilakukan oleh orang-orang dekat Presiden, dan Presiden membiarkannya.

4. Atas dasar Itu, kami Warga berasal dari Sulsel akan menempatkan diri untuk selalu menjadi benteng menjaga kesatuan NKRI dan Bhinneka Tunggal Ika dan meminta semua pihak menghentikan gerakan-gerakan dan ucapan-ucapan yang berpotensi memecah belah bangsa walaupun dibungkus dengan kata-kata atau simbol-simbol indah

(th)*

Komentar Facebook

Selanjutnya

Artikel Terkait

Scroll Up