Berita

Kritik Anies, Ketua BEM Universitas Binawan, Yazid Albustomi Minta Maaf : “Itu Bukan Kata-kata Saya”

Kanigoro.com – Kritik keras yang disampaikan oleh Aliansi BEM Jakarta Bersuara terhadap kebijakan Gubernur DKI Jakarta, Anies Rasyid Baswedan terkait penanganan wabah virus corona di Ibu Kota berpolemik di masyarakat.

Terkait hal tersebut, Ketua BEM Universitas Binawan, Yazid Albustomi menyampaikan permintaan maaf kepada seluruh pihak, khususnya Anies Baswedan dan civitas akademik Universitas Binawan.

Dia mengaku pernyataan yang bergulir di sejumlah media bukan merupakan pernyataannya secara utuh.

Selain itu, pernyataannya dalam konferensi pers di bilangan Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Sabtu (4/4) itu bukan mewakili Universitas Binawan.

Pandangannya soal rapid test menyeluruh yang harus dilakukan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta terhadap seluruh warga disampaikannya merupakan pandangan pribadinya sebagai seorang mahasiswa.

“Pernyataan yang tertera di beberapa media dengan mengatasnamakan saya bukan merupakan pernyataan saya dan lembaga juga. Itu bukan kata-kata saya,” ungkap Yazid Albustomi.

“Saya tidak pernah mengatakan seperti yang disampaikan di media online yang tersebar. Saya merasa diarahkan untuk menyampaikan narasi tertentu, namun saya lebih memilih menyampaikan tentang rapid test,” tambahnya.

Selain itu, kehadirannya dalam konferensi pers bertajuk ‘Lockdown Solusi atau Politisasi’ itu diungkapkan Yazid Albustomi merupakan inisiasi pribadi.

Sehingga menurutnya tidak mengatasnamakan Universitas Binawan.

Hal tersebut dibuktikannya lewat tidak adanya undangan secara resmi kepada Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Unversitas Binawan.

“Kehadiran saya dalam kegiatan tersebut merupakan inisiasi pribadi tidak mengatasnamakan institusi manapun. Saya juga tidak berkordinasi dengan internal BEM dan Lembaga Kemahasiswaan dan Alumni almamater saya,” beber Yazid Albustomi.

Yazid juga menjelaskan bahwa tidak ada undangan secara resmi dalam acara tersebut kepada BEM Universitas Binawan.

Atas polemik yang terjadi, Yazid Albustomi mengaku meminta maaf kepada seluruh pihak, khususnya tenaga medis di seluruh Indonesia, khusunya DKI Jakarta.

Permintaan maaf juga disampaikannya kepada jajaran Pimpinan Universitas Binawan, rektor, dosen dan Civitas Akademika Universitas Binawan.

“Saya juga meminta maaf kepada Pengurus BEM Universitas Binawan, kakak-kakak senior saya alumni Universitas Binawan, rekan-rekan seperjuangan dan adik-adik,” ungkap Yazid Albustomi.

Selain itu, Yazid Albustomi juga menyampaikan permintaan maafnya kepada stakeholder terkait, khususnya Pemerintah Provinsi DKI Jakarta.

Berikut pernyataan lengkap Ketua BEM Universitas Binawan Yazid Albustomi terkait pernyataannya dalam konferensi pers bertajuk ‘Lockdown Solusi atau Politisasi’ di bilangan Kebayoran Baru, Jakarta Selatan pada Sabtu (4/4).

Penyataan Sikap Ketua BEM Universitas Binawan

Assalamu’alaikum Warahmatulaahi Wabarakaatuh

Sehubungan dengan pemberitaan yang beredar di media mengenai konferensi pers “Covid -19: Lockdown “Solusi atau Politisasi” Tanggal 4 April 2020.

Saya Yazid Albustomi sebagai Ketua BEM Universitas Binawan periode 2019/2020 memohon maaf yang sebesar – besarnya atas timbulnya keresahan pada tenaga kesehatan dan masyarakat Indonesia.

Pada kesempatan ini saya ingin melakukan klarifikasi:

  1. Saya tegaskan TIDAK ADA BEM STIKes Binawan dilingkungan UNIVERSITAS BINAWAN, tetapi ada OKNUM YANG MENYUSUP DAN MENGAKU MEMAKAI NAMA BINAWAN dan ini tersebar di beberapa berita media online. Ini sangat keliru dan sangat merugikan.
  2. Kehadiran saya dalam kegiatan tersebut merupakan inisiasi pribadi tidak mengatasnamakan institusi manapun. Saya juga tidak berkordinasi dengan internal BEM dan Lembaga Kemahasiswaan dan Alumni almamater saya. Tidak ada undangan secara resmi dalam acara tersebut kepada BEM Universitas Binawan.
  3. Pernyataan yang tertera di beberapa media dengan mengatas namakan saya bukan merupakan pernyataan Saya dan lembaga juga.
    Saya tidak pernah mengatakan seperti yang disampaikan di media online yang tersebar apalagi menggunakan kata STIKes, karena sejak 2017 tidak ada BEM STIKes Binawan.

Saya merasa diarahkan untuk menyampaikan narasi tertentu namun Saya lebih memilih menyampaikan tentang rapid test.

  1. BEM Universitas Binawan bukan merupakan anggota aliasi tersebut seperti yang di sebutkan di artikel media yang tersebar.

Dengan adanya berita ini saya memohon maaf yang sebesar – besarnya kepada:

  1. Tenaga Medis di Jakarta Khususnya dan Seluruh Indonesia umunya.
  2. Rektor serta jajaran Pimpinan Universitas Binawan,seluruh dosen dan Civitas Akademika Universitas Binawan
  3. Pengurus BEM Universitas Binawan.
  4. Para Kakak-Kakak senior saya alumni Universitas Binawan.
  5. Rekan-rekan seperjuangan dan adik-adik kami
  6. Para stake holder dan lahan praktek.

Demikian pernyataan ini saya buat sebagai bentuk permohonan maaf dari saya.

Jakarta, 06 April 2020

Yazid Albustomi (Ketua BEM Universitas Binawan)

Selanjutnya

Artikel Terkait

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker
%d blogger menyukai ini: