Berita

KH A. Cholil Ridwan: Umat Islam Indonesia Mayoritas tapi Kurang Berkualitas

DDII Rayakan Idul Adha Selasa, 21 Agustus 2018

Kanigoro.com – KH Ahmad Cholil Ridwan mengingatkan kondisi umat Islam Indonesia yang mayoritas tapi kurang berkualitas. Hal itu disampaikannya saat bertindak sebagai khotib dalam shalat Idul Adha di halaman Gedung Dewan Dakwah Islamiyah Indonesia (DDII) Jakarta, Selasa (21/8) pagi. 

“Akibatnya banyak peristiwa terkait umat Islam Indonesia yang susah dipahami umat Islam negara lain,” ungkap KH Cholil.

KH Cholil memaparkan peristiwa yang tidak mencerminkan umat Islam Indonesia sebagai mayoritas antara lain dengan menyebut peristiwa kerusuhan Ambon.

“Bagaimana mungkin umat Islam sedang merayakan Idul Fitri malah diserang penganut agama lain? Padahal umat Islam mayoritas di Indonesia,” ucapnya sedih.

Peristiwa lainnya pun diangkat oleh KH Cholil seperti kasus Poso yakni penyerangan terhadap pesantren milik seorang tokoh Muhammadiyah serta peristiwa Tolikara di Papua.

“Semua kerusuhan tersebut terjadi saat umat Islam sedang merayakan Idul Fitri. Padahal umat Islam di Indonesia itu mayoritas,” ulangnya.

KH Cholil lalu membandingkan dua ironi yang terjadi berkaitan dengan umat Islam. Pada saat aksi 4 November 2016 yang menuntut diadilinya Ahok, baru melewati Maghrib aparat keamanan sudah menyemprotkan gas air mata. Sementara saat Ahok divonis bersalah oleh pengadilan, aksi pendukung Ahok di depan penjara Cipinang dibiarkan sampai larut malam.

“Ketika umat Islam memprotes penetapan Yerusalem sebagai ibukota Israel, di Papua malah ada yang mengibarkan bendera Israel. Padahal umat Islam Indonesia itu mayoritas,” lanjut KH Cholil sedih.

Selanjutnya KH Cholil mengajak jamaah shalat Id di halaman Gedung DDII agar meningkatkan kualitas, sehingga tidak terulang lagi peristiwa menyedihkan dengan umat Islam menjadi korbannya.

Di Jakarta selain di halaman Gedung DDII, jalan Kramat Raya no. 45 Jakarta Pusat, shalat Idul Adha pada hari Selasa antara lain juga diselenggarakan di Masjid Agung Al Azhar Kebayoran Baru, Jakarta Selatan. Terkait perbedaan dengan Pemerintah melalui Kementerian Agama yang menetapkan Idul Adha pada Rabu, 22 Agustus 2018, seorang panitia penyelenggaraan shalat Id di halaman Gedung DDII memberi penjelasan sebelum shalat dimulai.

“Hari raya senantiasa didahului ibadah shaum (puasa). Idul Fitri didahului shaum Ramadhan dan Idul Adha didahului shaum Arafah,” ucapnya.

Selanjutnya panitia tersebut menyatakan, bahwa shaum Arafah adalah shaum yang dilaksanakan pada saat jamaah haji mengadakan wukuf di Arafah. Karena wukuf dilaksanakan pada hari Senin, 20 Agustus 2018, maka shaum Arafah juga dilaksanakan pada hari Senin. Sehingga Idul Adha dirayakan pada hari Selasa, 21 Agustus 2018.

Jamaah yang hendak mengikuti shalat Id cukup banyak, memacetkan lalu lintas di jalan Kramat Raya sekitar Gedung DDII. Karena tak semua jamaah bisa tertampung, panitia memutuskan penyelenggaraan shalat Id dua kali.

Shalat Id “gelombang pertama” diikuti berbagai kalangan. Beberapa karyawan di sekitar Gedung DDII, yang sebenarnya masuk kerja menyempatkan diri mengikuti shalat Id. Hal ini tampak dari seragam kerja dan ID card yang dikenakan. Bahkan di antara jamaah shalat Id, terlihat juga seorang polisi lengkap dengan pakaian seragamnya. Sekitar pukul 07.30 shalat Id “gelombang pertama” usai. Panitia pun bersiap menyelenggarakan shalat Id “gelombang kedua”.

Tags
Selanjutnya

Artikel Terkait

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker
%d blogger menyukai ini: