Berita

Kerjasama MPR RI-USI Adakan FGD Keuangan Negara di Pematangsiantar

Kanigoro.com – Pematangsiantar, Kamis (25/04), Majelis Permusyawaratan Rakyat Republik Indonesia bekerjasama dengan Universitas Simalungun ( USI ) melaksanakan Focus Group Discussion (FGD) dengan tema “Keuangan Negara dan APBN”.

Bertempat di Aula Hotel Horison Pematangsiantar, diskusi tersebut menghadirkan beberapa narasumber yaitu: Ir. Amran Sinaga, M.Si, Wakil Bupati Simalungun, Dr. Anggiat Sinurat, M.Si, Dosen Universitas Simalungun, Drs. Murbanto Sinaga, S.E, M.A , Anggota ISEI dan Dosen USU dan Dr.Ir.Benny Pasaribu, Anggota Lembaga Pengkajian MPR RI. Sementara itu peserta diskusi berdasarkan undangan dari Universitas Simalungun (USI) dengan latar belakang pengetahuan dan atau keterlibatan dalam pengelolaan Anggaran Negara.

Turut hadir pemangku kepentingan terkait yaitu antara lain: Sekda Kota Pematangsiantar Budi Utari AP dan Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Zainal Siahaan, SE, MM mewakili Pemerintah Kota Pematangsiantar.

Di dalam sesi pembahasan muncul tanggapan dari salah seorang peserta yang mencuri perhatian. Peserta tersebut adalah Hermanto Sipayung, praktisi media pemberitaan dan mentor Lembaga Gerakan Daulat Desa. Dia menekankan pentingnya ide-ide baru dan inovatif untuk menggali dan memaksimalkan sumber penerimaan. Sehingga kesan adanya kesulitan yang dirasakan pemerintah di daerah sehubungan regulasi yang mengharuskan belanja wajib pada bidang pendidikan, kesehatan, sosial dan belanja rutin pegawai. “Belanja yang diketahui sangat menguras anggaran ini hendaknya dapat segera diatasi,” harapnya.

Ditambahkan Hermanto, bahwa belanja wajib di dalam anggaran itu hanya bisa diatasi dengan ide-ide baru dan inovasi dalam memaksimalkan penerimaan. “Saya melihat pemerintah di daerah ini; Kota Pematangsiantar dan Kabupaten Simalungun; sangat miskin ide dalam membuat dan menggali sumber Penerimaan Asli Daerah,” kata Hermanto Sipayung.

Menanggapi pernyataan yang sangat terbuka dan menyentak tersebut, Jamal, salah seorang anggota Lembaga Pengkajian MPR RI yang turut hadir, mengatakan bahwa potensi negara sesungguhnya sangat besar. Berdasarkan pengalamannya mengunjungi banyak tempat di dalam maupun di luar negeri, ia melihat tidak ada Negara dengan potensi sebesar Indonesia namun sangat dibutuhkan pemimpin yang tepat dan mau memimpin dengan benar.

“Saya tidak heran dengan keberanian dan keterbukaan yang disampaikan Bapak Sipayung ini. Ini ciri yang sangat dikenal dan menonjol dari diri orang Sumatera Utara. Ini penting. Berani dan jujur dengan situasi dan kondisi yang ada. Saya katakan bahwa negara kita sangat besar potensinya. Tidak ada negara lain sehebat kita potensinya. Apa yang kita tidak punya? Kita punya semua. Namun yang kita butuhkan untuk memaksimalkan semua potensi besar milik kita ini adalah pemimpin yang tepat dan mau memimpin dengan benar,” kata Jamal.

FGD yang berlangsung pada pukul 09.00-14.00 WIB menghasilkan sebuah rangkuman yang akan disampaikan kepada Pimpinan MPR RI dengan harapan disampaikan kepada Presiden RI.

Acara ditutup oleh Rektor Universitas Simalungun (USI) Dr. Corry Purba, MSi, dengan menekankan bahwa USI senantiasa siap dalam membantu pelaksanaan beragam program kerja dari pusat maupun daerah. “Hal tersebut adalah bagian yang tidak terpisahkan dari peran dan keberadaan civitas akademika di tengah-tengah masyarakat,” pungkasnya. (AMSS)

Komentar Facebook

Tags
Selanjutnya

Artikel Terkait

Scroll Up