BeritaFeatured

Kemenkop dan UKM Gandeng Tiga Perguruan Tinggi Susun Strategi Nasional Pengembangan UMKM Indonesia

Kanigoro.com – Kementerian Koperasi dan UKM (Kemenkop dan UKM) menggandeng tiga perguruan tinggi untuk menyusun Strategi Nasional Pengembangan UMKM Indonesia, Kamis, (9/5).

Sekretaris Kemenkop dan UKM, Prof. Dr. H. Rully Indrawan, M.Si, mengungkapkan Strategi Nasional tersebut dibutuhkan. Mengingat banyaknya Lembaga yang menangani UMKM di Indonesia. Mulai dari aspek pajak, akses keuangan, akses pembiayaan, inklusif gender, produktivitas, data, dan banyak hal lainnya. Namun belum ada pedoman utama agar semua dapat berkesinambungan.

Menurut Rully, dalam rapat yang berlangsung pada Selasa pagi (7/5) di Kantor Kemenkop dan UKM, hadir perwakilan dari tiga perguruan tinggi yakni SBM ITB, IPB, dan UI, bersama jajaran internal Kementerian Koperasi dan UKM sepakat diperlukan Strategi Nasional pengembangan UMKM Indonesia. Hal ini dapat dipedomani oleh semua lini stakeholders agar regulasi yang dikeluarkan dan program yang dijalankan dapat bersinergi. Selain itu dapat meningkatkan daya saing pelaku UMKM secara komprehensif tanpa saling tumpang tindih.

“UMKM selama ini berjalan auto pilot, dan pemerintah perlu hadir dalam hal-hal strategis,” ujarnya.

Ia juga menyampaikan bahwa penyusunan Strategi Nasional ini adalah pekerjaan penting dan besar. Pemerintah menargetkan memiliki Strategi Nasional pada 2020.

Beberapa masukan dari pihak akademisi untuk penyusunan Strategi Nasional pengembangan UMKM Indonesia diantaranya, perlunya mapping program, regulasi, dan tupoksi Kementerian/Lembaga yang menangani UMKM dan perlunya leader kebijakan UMKM di Indonesia.

“Mereka menyampaikan perlu adanya entrepreneurship education yang mencakup monitoring, evaluasi, dan mentoring untuk membentuk ekosistem. Perlu adanya treatment yang berbeda untuk masing-masing skala pelaku UMKM. Mengingat  mayoritas UMKM 98% adalah usaha mikro, bahkan mayoritas berada pada tingkat ultra mikro,” katanya.

Selain itu, perlu adanya leader kebijakan UMKM yang kuat baik menyempurnakan yang sudah ada saat ini. Membentuk komite maupun pokja lintas stakeholders untuk kebijakan UMKM di Indonesia.

Para pemangku jabatan di lingkungan Kementerian Koperasi dan UKM, kata Rully juga telah sepakat untuk mendukung pelaksanaan penyusunan Strategi Nasional pengembangan UMKM sebagai guidelines arah kebijakan UMKM nasional yang terpadu dan inklusif.

“Penyusunan Strategi Nasional pengembangan UMKM menjadi sangat krusial. Perlu menitikberatkan pada proses identifikasi kebijakan yang terpadu melalui koordinasi dan sinergi yang optimal antar stakeholder dan Kementerian/Lembaga yang terlibat sesuai dengan aturan regulasi yang berlaku,” ujar Rully.

Penyusunan Strategi Nasional Pengembangan UMKM Indonesia akan diinisiasi dan dikoordinasi oleh Kemenkop dan UKM, dimana akan melibatkan pihak-pihak internal untuk perumusan draft Strategi Nasional (Azw/Fn).

Komentar Facebook

Tags
Selanjutnya

Artikel Terkait

Scroll Up