Berita

Kapolda Jabar Sindir Habib Rizieq Ketakutan

Bandung, Kanigoro.com–Kepolisian Daerah Jawa Barat (Kapolda Jabar), Irjen Pol Anton Charliyan tak mempermasalahkan kehadiran imam besar FPI, Rizieq Shihab pada saat pemeriksaan pertamanya sebagai tersangka pada Selasa (7/2) mendatang.

“Kalau tidak hadir ya terserah, itu haknya (Rizieq). Kalau tidak (hadir) ya paling ada surat panggilan kedua kemudian surat panggilan membawa (paksa). Sebetulnya kalau merasa tidak bersalah ya hadir saja kenapa sih, kan ini bukan masalah besar kenapa mesti takut untuk menghadapi hukum, hadapi saja kalo merasa benar,” ungkap Anton di Mapolda Jabar, Sabtu (4/2).

Menurutnya pihak Penyidik dari Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Jabar, surat pemanggilan telah dilayangkan kepada pihak Rizieq Shihab pada Kamis (2/2) melalui pos. “Mungkin belum nyampe karena kita lewat pos, mungkin tukang posnya agak terlambat. Tapi InsyaAllah hari ini hari Sabtu terakhir seharusnya sudah sampai,” tutur Anton kepada wartawan.

[nextpage title=”Penetapan tersangka”] “Bukan (surat penetapan tersangka). Karena pada sistem penyidikan, juknis penyidikan, tidak ada penetapan, cukup dengan pemanggilan sebagai tersangka sudah cukup bahwa dia beralih statusnya dari saksi menjadi tersangka,” sambungnya.

Sebelumnya, kuasa hukum Rizieq Shihab menyatakan, Rizieq tidak akan menghadiri pemanggilan pertamanya ke mapolda Jabar pada pekan depan karena pihaknya belum menerima surat penetapan sebagai tersangka yang menjadi salah satu syarat untuk mengajukan gugatan praperadilan ke pengadilan Negeri Bandung.

“Sampai saat ini saya berbicara, belum menerima pemberitahuan resmi secara lisan maupun surat dari pihak kepolisian, padahal penting bagi kami untuk secepat-cepatnya menerima surat itu, untuk kami gunakan hak kami yang diatur dalam undang-undang yaitu mengajukan praperadilan atas status Klien kami,” kata Ketua BHF FPI Jawa Barat Kiagus M Choiri, Kemarin. (CLG)

Komentar Facebook

Selanjutnya

Artikel Terkait

Scroll Up