Berita

Jubir Prabowo-Sandi: Hati-hati dengan Rezim Orde Bohong

Kanigoro.com – Juru Bicara Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo Subianto-Sandiaga Uno, Andre Rosiade mengatakan, Joko Widodo banyak melanggar janji kampanyenya saat 2014 lalu. Di antaranya terkait kenaikan Tarif Dasar Listrik (TDL) dan harga Bahan Bakar Minyak (BBM).

“Padahal janjnya akan menurunkan TDL namun yang terjadi sebaliknya, dulu ada kenaikan harga BBM nangis-nangis tapi sekarang naikin harga,” kata Andre melalui keterangannya, Rabu (21/11/2018).

Selain itu, politisi Partai Gerindra ini pun menyoroti kesenjangan ekonomi dan buruknya manajemen layanan BPJS yang mengalami defisit triliunan rupiah.

“Hati-hati dengan rezim Orde Bohong. Harga beras naik orang miskin disuruh jangan banyak makan, harga daging sapi melambung tinggi suruh makan keong sawah, harga cabai mahal suruh tanam cabai sendiri. Ini apa benar sesuai janji kampanye dulu?” ujar Andre.

Andre mengingatkan, sebagai pemimpin seharusnya Jokowi bersama para menterinya merasakan problem di masyarakat serta meberikan solusi yang tepat, bukan justru malah mengeluarkan pernyataan yang sontoloyo dan tidak solutif.

“Masak rakyatnya susah beli beras karena mahal malah disuruh diet, yang ada nanti gizi buruk. Jangan pencitraan yang dibesarkan, permasalahan rakyat harusnya yang diutamakan,” pungkasnya.

Sebelumnya politisi partai Demokrat Rachland Nashidik melalui akun Twitter nya menolak debat tentang kembai ke orde baru. Hal ini terkait dengan beberapa statemen tentang bahayanya kembali ke orde baru yang dilontarkan kubu inkumben Jokowi-Ma’ruf.

“Jangan mau ditakut-takuti dengan Orde Lama atau Orde Baru. Keduanya sudah berlalu. Sulit sekali, kalau bukan tak mungkin, memasang ulang otoritarianisme di hari ini. Yang harus diawasi adalah Orde Bohong. Sebab hari ini dia masih berdiri di depan kita, ” tulis Rachland melalui akun @RachlanNashidik.

Rachland menyangkal tudingan bahwa mendukung Prabowo sama dengan ingin mengembalikan rezim  orde baru: “Dukung Prabowo balik ke Orde Baru? Dukung Jokowi? Balik ke Orde Lama? Berkuasa dengan dekrit, Soekarno Presiden 22 tahun. Soeharto, dengan kudeta, 32 tahun. Pada 2 Orde ada: UU Subversi, lawan politik dibui atau dibunuh, Ormas & Partai dibubarkan, kebebasan pers diinjak,” ujar Wakil Sekjen DPP Partai Demokrat ini (t)

Komentar Facebook

Tags
Selanjutnya

Artikel Terkait

Scroll Up