BeritaFeatured

Jokowi Kalah, Pintu Darurat LSI Denny JA

Oleh : Djadjang Nurjaman (Pengamat Media dan Ruang Publik)

Lembaga survei milik Denny JA membuat sebuah publikasi mengejutkan. Publikasi yang disebar ke medsos itu bisa diunduh di website resmi mereka. Judulnya mengagetkan : “Jika Golpot Besar, Terbuka Kemungkinan Jokowi Kalah.

Publikasi kemungkinan Jokowi kalah ini menjadi sebuah kontradiksi, sekaligus ironi . Beberapa hari sebelumnya LSI Denny JA juga membuat publikasi yang memastikan Jokowi akan memenangi Pilpres 2019.

Ada apa kok berubah sikap? Ada apa kok tiba-tiba jadi tidak yakin. Ada apa kok tiba-tiba gayanya berubah tidak over pede seperti biasanya?

Berdasarkan survei terbaru mereka, Elektabilitas pasangan Jokowi-Ma’ruf 58,7% dan Prabowo-Sandi hanya 30,9%. Ada jarak elektabilias sebesar 27,8%. Tidak mungkin lagi terkejar oleh Prabowo-Sandi.

Seperti biasa Denny JA si pemilik LSI membombardir medsos dengan berbagai meme. Dia juga membuat artikel yang menjelaskan survei tersebut. Tak lama kemudian, beberapa meme tersebut dihapus.

Misteri dua publikasi yang saling bertentangan itu mulai mendapat titik terang. Litbang Harian Kompas merilis hasil survei mereka. Elektabilitas Jokowi-Ma’ruf hanya 49.2%. Tidak setinggi yang disampaikan Denny. Angka itu pun kabarnya sudah di-adjustmen, disesuaikan. Bukan angka riil yang bisa bikin istana ketar-ketir.

Kompas juga menyatakan jarak elektabilitas kedua paslon hanya 11,8 %, tidak se-fantastis seperti dinyatakan Denny 27.8%. Undecided voter alias pemilih yang belum memutuskan masih 13%. Prabowo masih bisa mengejar. Apalagi kalau angka Golput besar.

Merasa kedoknya terbuka, Denny langsung membuat tulisan menyerang Kompas. Menurutnya, seperti biasa Kompas ingin membuat senang semua pihak. Every body happy.

Dia mempersoalkan metodologi Kompas, cara penarikan sampel, quality control, dan cara menarik kesimpulan. Singkat kata Denny ingin menggiring pembacanya bahwa survei Kompas tidak bisa dipercaya.

Kalau Denny tetap sangat yakin Jokowi pasti menang, mengapa dia harus mencak-mencak dan blingsatan dengan hasil survei Kompas. Harusnya pede habis. Mengapa pula dia harus membuat publikasi kemungkinan Jokowi kalah?

Analis politik dan wartawan senior Hersubeno Arief menyebut Denny sedang menyiapkan pintu darurat. Emergency exit untuk menyelamatkan diri ketika malapetaka tiba. Dia bisa berkelit bahwa sudah memperingatkan. Jadi tidak bisa dipersalahkan.

Dari pemaparan data survei, Denny diperkirakan angka Golput pilpres kali ini sangat tinggi. Angkanya bisa lebih dari 50%. Jumlah itu lebih tinggi dari angka Golput tahun 2014 sebesar 30.4%.

Bila kita tarik korelasi dua premis tadi maka Denny sebenarnya sudah menyatakan bahwa Jokowi pasti kalah. Dia menggunakan hukum : jika dan maka.

Jika angka Golput sangat tinggi, maka Jokowi akan kalah. Jika Jokowi tidak bisa menggiring para pendukungnya ke TPS, maka dia akan kalah.

Dua syarat “jika” itu menurut survei LSI Denny JA semuanya terpenuhi. Pertama, angka Golput diprediksi tinggi. Kedua, pemilih Jokowi tidak semilitan Prabowo. Mereka tidak akan datang ke TPS karena menyesal. Mereka sudah sadar kualitas Jokowi seperti apa.

Kesimpulannya Jokowi kalah, Denny selamat. Dia punya alasan kuat membersihkan diri, dan leluasa mencari korban-korban baru. Itu kalau masih ada yang percaya dengan dia.

Komentar Facebook

Tags
Selanjutnya

Artikel Terkait

Scroll Up