Berita

Isu Walikota Pekalongan Meninggal setelah Menyegel Masjid adalah Fitnah yang Keji

Kanigoro.com – Beredar berita yang menyebutkan Walikota Pekalongan Alf Arslan Djunaid meninggal dunia setelah menyegel dan menghalang-halangi pembangunan Masjid karena tidak ada IMB.

Keluarga Alf Arslan Djunaid membantah berita tersebut bahkan menganggap berita tersebut sebagai fitnah yang keji.

“Masjid itu lagi mau bikin gedung serba guna tapi pembangunannya ditentang oleh orang kampung karena memang dakwahnya kurang bil khikmah hingga sering ribut sama warga setempat… tokoh-tokoh warga pernah ngasih tahu tentang dakwah yang benar tapi tidak digubris pembangunan tanpa IMB tetap di jalankan… untuk menghindari hal-hal yang menjadikan perpecahan umat pembagunan untuk sementara di hentikan sampai ada IMB nya”, demikian penjelasan keluarga Arsalan Djunaid. “Tapi tidak ada penyegelan sampai dzuhur tadi masih dipakai sholat”, tambahnya.

Orang tua almarhum Arsalan Djunaid merupakan keluarga besar Masyumi. Dikenal banyak membangun masjid dan memberikan dukungan pada kegiatan Islam.

“Walikota pekalongan
aktif di PII (Pelajar Islam Indonenesia) sampai KB PII, Ketua Yayasan Mahad Islam Pekalongan, Ketua Yayasan Pondok Pesantren Hafidz Qur’an Pekalongan. Ada puluhan masjid yang beliau bangun.
Semoga menjadi amal sholeh yang menemani beliau di alam kubur….amin”, tulisnya lagi.

Sementara itu sebagaimana dikutip infosekitarpekalongan.com, ketua FPI Pekalongan juga membantah isu adanya penyegelan masjid di kota Pekalongan. “Jadi tidak benar kalau Pemkot atau almarhum walikota HA Alf Arslan Djunaid menyegel masjid,” kata dia Sabtu (9/9).

Masyarakat Pekalongan khususnya dan Indonesia pada umumnya harus tahu yang sebenarnya agar tidak ada isu yang menyesatkan. ‘Sekali lagi tidak ada satupun Masjid yang disegel di Kota Pekalongan.”

Salah satu warga Pekalongan, Amir Faisal kepada Kanigoro.com menyatakan bahwa Almarhum Alf Arsalan Djunaid adalah figur walikota yang merakyat dan sangat dekat dengan rakyat. “Tidak ada jarak antara beliau dengan kita kita rakyat biasa”, jelasnya (th)*

Selanjutnya

Artikel Terkait

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker
%d blogger menyukai ini: