Berita

Instrumen Negara plus Sembako dan Bank DKI akan Berhadapan dengan Rakyat

Jakarta, Kanigoro.com – Mantan Staf Khusus SBY Andi Arief ikut mengomentari kabar “sembako politik” menjelang hari pencoblosan putaran ke-2 Pilkada DKI Jakarta.

Menurutnya, bagi bagi sembako yang dia artikan secara khusus sebagai “sembilan bahan untuk tiko” adalah sikap politik yang tidak konsisten dengan jargon-jargon dan program yang disampaikan sebelumnya.

Ia juga menyebutkan tindakan tersebut sebagai tindakan pragmatis. Dalam “guyonan” Andi, kalau ujungnya mencapai kemenangan dengan bagi bagi sembako, kenapa tidak berpasangan dengan Sofia Latjuba saja. “Kalau cuma membagi sembako untuk kemenangan, kenapa bukan Sophia lacuba berpasangan dengan Djarot?”, ujar Andi melalui akun twitter @andiariefaa, Senin (17/4).

Andi juga melihat kegiatan membagi sembako sebagai tindakan yang inkonsisten dengan jargon dan tawaran program yang selama ini didengungkan. “Kalau ngomong di debat sih sok keren jualan program. Ujungnya sembako juga”.

Bahkan, Andi mengingatkan bagaimana dulu kelompok politik ini mengkritik SBY yang memberikan BLT kepada rakyat. “Kalo suara sih gak salah2 kenceng banget ngenyek program BLT, gak tahunya bagi sembako juga”.

Apakah aksi bagi-bagi sembako akan mempengaruhi pilihan rakyat. Menurutnya, kekuatan rakyat tidak akan pernah kalah, hanya saja bergantung momen yang tepat.

Di akhir cuitannya, Andi mengingatkan adanya keterlibatan instrumen negara dan akan dibuktikan apakah berpengaruh terhadap perolehan suara.

“Instrumen negara plus sembako dan bank DKI akan berhadapan dengan rakyat Rabu besok. Akankah negara hilang wibawa?”

(th)*

Komentar Facebook

Selanjutnya

Artikel Terkait

Scroll Up