Berita

Inspiratif, Kisah Sukses Dua PMI di Korea Selatan

Kanigoro.com – Slamet, Edi dan Wahyono merupakan sosok pekerja migran Indonesia (PMI) yang bisa dikatakan sukses bekerja di Korea Selatan. Slamet Puji Waluyo, nama lengkapnya, telah bekerja dengan baik dan dipercaya oleh perusahaan di Korea Selatan untuk mengelola tambak ikan nongong, yakni sejenis ikan Kerapu.

Slamet Puji Waluyo sedang bersama 5 (lima) anak buahnya, yang semuanya PMI, saat dikunjungi Deputi Penempatan Teguh Hendro Cahyono, di perusahaan pengelola tambak ikan dibilangan kota Tongyeong, Korea Selatan. Selama bekerja, Slamet beserta kelima anak buahnya diberikan fasilitas tempat tinggal dalam bentuk rumah yang disediakan oleh perusahaan, termasuk perahu motor untuk berangkat dan pulang kerja di tambak.

Dengan kelima anak buahnya, Slamet mengelola perusahaan tambak di mana dia bekerja, pemilik perusahaan hanya menengok sepekan sekali, kadang dua pekan sekali. Slamet Puji Waluyo mengaku mendapat gaji pokok di atas dua juta won (sekitar 26 juta rupiah) per bulan. Dirinya sudah bekerja selama 8 tahun, dan mendapatkan kenaikan gaji setiap tahunnya sebesar 20 %.

Diakui Slamet bahwa gaji hasil jerih payah dan keringatnya, selalu dikirimkan kepada keluarga rata-rata satu setengah juta won (sekitar 19 juta rupiah) setiap bulannya. Uang itu dikumpulkan untuk persiapan membuka usaha konveksi di Bawen tempat isterinya tinggal. Selain itu, perusahaan memberikan bonus bilamana hasil tambak mendapat keuntungan yang besar.

Slamet Puji Waluyo, berasal dari Kecamatan Comal, Kabupaten Pemalang, Jawa Tengah.

Sama halnya dengan Slamet, Edi Suseno yang sempat bertemu Deputi Penempatan, juga telah dipercaya penuh oleh perusahaan untuk mengelola tambak karena sudah teruji ketrampilannya dalam bekerja. Edi Suseno berasal dari Madiun, Jawa Timur. Ia menceritakan dirinya mendapatkan asrama di Apartemen dengan biaya dari perusahaan, dirinya mendapat gaji pokok  dua juta won, dan sudah bekerja selama 2 (dua) tahun.

Deputi Penempatan, Teguh Hendro Cahyono, saat melakukan kunjungan kerja tersebut, didampingi Wahyono, seorang PMI yang pada bulan Mei 2019 akan berakhir kontraknya dan sedang mempersiapkan diri untuk pulang ke kampung halamannya di Cirebon untuk menjadi wirausaha. Dirinya berharap kepada BNP2TKI dapat memberikan arahan dan gambaran perihal usaha yang prospektif yang dapat dirinya tekuni sekembalinya ke Indonesia.

Dari hasil kunjungan, didapatkan bahwa Slamet, Edi dan Wahyono yang masuk kedalam kategori PMI Fishing dengan visa kerja E9, yakni visa kerja bagi tenaga kerja asing yang diakomodir undang-undang negara tersebut, menyarankan kepada para PMI Fishing di Tongyeong, atau  Korea Selatan umumnya, agar selain membekali diri dengan ketrampilan penangkapan atau budidaya ikan, juga mengikuti pelatihan keselamatan kerja (BST, Basic Safety Training).

“Pengalaman kerja, juga yang paling penting adalah sikap pantang menyerah dan tidak cengeng. Ini pengalaman yang disampaikan oleh saya yang sedang mempersiapkan untuk berusaha  di Indonesia,” ujar Slamet Puji Waluyo.

Komentar Facebook

Tags
Selanjutnya

Artikel Terkait

Scroll Up