Berita

IKA STAI Attaqwa Tuntut Segera Pemekaran Babelan dan Tarumajaya

Kanigoro.com – Jika tuntutan pemekaran wilayah Babelan dan Tarumajaya tidak dipenuhi Pemkab Bekasi, maka warga meminta Babelan dan Tarumajaya bergabung ke pemkot Bekasi.

Demikian dikatakan Hamim Anshari Sekjen IKA STAI Attaqwa Bekasi, Sabtu (14/7). Menurut Hamim menjelang hari jadi kabupaten Bekasi yang ke 68 ini, belum terlihat tanda-tanda yang menggembirakan untuk warga di wilayah utara Bekasi, khususnya warga sekitar Babelan dan Tarumajaya.

‘Bila pemekaran kabupaten Bekasi tidak dapat dilakukan. Opsi terbaik buat warga Babelan dan Tarumajaya adalah bergabungnya dengan pemerintah kota Bekasi” ungkap Hamim.

Hamim mengatakan jarak tempuh yang cukup jauh dirasakan warga saat mengurus surat menyurat seperti surat adminstrasi kependudukan, surat ijin dan sebagainya.

“Sarana infrastruktur yang rusak parah, perhatian guru yang kurang dibanding Pemerintah Kota Bekasi, juga merupakan kendala yang dirasakan warga,” ujar mantan aktivis Pelajar Islam Indonesia (PII) Ponpes Attaqwa.

Hamim mempertanyakan kebijakan dan perhatian Pemkab yang kurang terhadap wilayah Babelan dan Tarumajaya.

“Pantaskah Babelan dan Tarumajaya yang memiliki kekayaan alam melimpah dipandang sebelah mata oleh Pemkab Bekasi,” ungkap pria yang berprofesi sebagai guru.

Selanjutnya Hamim menambahkan selain aspek administrasi, infrastruktur dan pendidikan, ada aspek lingkungan yang menjadi alasan Babelan dan Tarumajaya mendesak bergabung ke pemkot Bekasi.

“Wilayah Babelan dan Tarumajaya dilewati sungai yang berasal dari Pemkot atau wilayah kota Bekasi, selain itu juga tuntutan perbaikan sarana dan prasarana kesehatan yang belum maksimal dan memadai,” pungkas Hamim. (bw)

Komentar Facebook

Tags
Selanjutnya

Artikel Terkait

Scroll Up