Berita

Hashim Ungkap Alasan Prabowo Maju sebagai Capres kepada Jaringan Media Asing

Kanigoro.com – Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto kembali memutuskan maju sebagai calon presiden pada Pemilu 2019. Salah satu alasan penting mengapa mantan Danjen Kopassus ini kembali maju adalah, lantaran selama beberapa tahun belakangan kondisi tanah air tak kunjung membaik.

Hal ini disampaikan oleh Direktur Media dan Komunikasi Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandi, Hashim Djojohadikusumo saat menerima sejumlah jurnalis media asing di Kantor Media Center Prabowo-Sandi, Jalan Sriwijaya Nomor 35, Jakarta, Jumat (19/10/2018).

Adik kandung Prabowo Subianto ini menceritakan secara detil latar belakang sang kakak memutuskan kembali maju sebagai capres berpasangan dengan Sandiaga Uno.

Kata Hashim, saat itu pada tahun 2006 ia yang sedang berada di London tiba-tiba dihubungi sang kakak untuk datang Jakarta. Prabowo ingin menyampaikan hal penting kepada adiknya.

“Ternyata ketika bertemu, dia (Prabowo) malah membicarakan soal susu. Saya kaget ketika dia mulai bicara tentang susu dan tentang anak-anak kekurangan gizi di Indonesia. Prabowo yang pertama kali mengajarkan saya apa itu kondisi stunting,” tutur Hashim Djojohadikusumo.

Saat itu kata Hashim, Prabowo menyampaikan bahwa kondisi generasi mendatang bangsa Indonesia sangat bertolakbelakang dengan sumber daya alam negaranya yang sangat kaya.

Hal inilah menjadi alasan utama mantan Danjen Kopassus itu terpanggil untuk memberikan sumbangsih pemikiran dan kemampuannya untuk Indonesia.

“Paradoks yang dimaksud Prabowo dalam buku nya berjudul Paradoks Indonesia adalah bahwa kita negara yang kaya namun rakyatnya miskin,” ungkap Hashim.

Sejak saat itu, Prabowo kemudian mencoba menuangkan pemikirannya untuk kesejahteraan masyarakat Indonesia melalui jalur politik dan mendirikan Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra) 2 tahun setelah pertemuannya dengan Hashim atau tepatnya pada 6 Februari 2008. Prabowo pun maju pada Pilpres 2009 dan 2014.

Lantas apa alasan paling mendasar putra ekonom ternama Prof. Dr. Soemitro Djojohadikoesoemo kembali maju sebagai calon Presiden?

“Pak Prabowo memutuskan untuk bertarung sekali lagi sebagai calon presiden karena sebetulnya tidak ada perbaikan semenjak 10 tahun lalu beliau mencalonkan pertama kali,” ungkap Hashim.

“Ketika kita bicara tentang kesehatan publik, ketahanan dan keamanan energi, lingkungan, itu semua belum ada perbaikan, dan justru semakin buruk,” sambungnya.

“Kita memiliki kemampuan dan sumber untuk menjadikan Indonesia kekuatan besar. Kita seharusnya ada dalam kondisi yang jauh lebih baik bila semua sumber daya dikerahkan. Kita bisa menjadi kekuatan besar dan di posisi yang sama dengan negara-negara kuat lain nya di dunia. Saya percaya dan saya dukung itu, namun kita berada di posisi yang lemah,” demikian Hashim. (*)

Komentar Facebook

Sumber
pusatsiaranpers.com
Tags
Selanjutnya

Artikel Terkait