Berita

Hapus Israel dari Peta Dunia

Kanigoro.com – Langkah Presiden AS Donald Trump mendeklarasikan Yerusalem sebagai ibukota Israel, masih terus menuai kecaman. Aksi besar-besaran mendukung Palestina bahkan bakal digelar besok (17/2) di depan Kedubes AS. Tidak tanggung-tanggung, Ketua Umum MUI Pusat, KH Ma’ruf Amin ikut turun langsung merencanakan aksi tersebut. Di media sosial, beragam tanggapan terhadap rencana aksi tersebut bermunculan, baik yang mendukung, menolak atau mempertanyakan.

Salah satu tanggapan menarik muncul di akun facebook Joko Intarto, jurnalis yang juga bergerak di bidang bisnis. Menurutnya yang paling substansial sebenarnya masalah pengakuan eksistensi negara Israel. Sampai saat ini Indonesia tidak atau belum pernah mengakui eksistensi negara Israel. Demo sekadar memprotes keputusan Donald Trump, secara tersirat seperti mengakui keberadaan Israel. Karena itu, Joko akan mendukung demo kalau tuntutannya sekalian menghapus Israel dari peta dunia.

Berikut tulisan lengkap pada akun facebook Joko Intarto:

Hapus Israel dari Peta Dunia

Mengapa ribut menolak Yerusalem jadi Ibukota Israel? Memang ada negara bersama Israel menurut hukum internasional kita?

Secara hukum, Indonesia tidak atau belum pernah mengakui eksistensi negara Israel. Jadi Israel itu harus dianggap tidak pernah ada.

Lantas untuk apa meributkan sesuatu yang tidak pernah ada? Setidak-tidaknya tidak pernah kita akui keberadaannya?

Ada sejumlah pihak yang pada hari Minggu besok akan melakukan demo menolak rencana Israel memindahkan ibukota negaranya dari Tel Aviv ke Yerusalem.

Saya juga diajak ikut demo. Katanya demo itu akan memecahkan rekor sebagai demo terbesar di dunia.

Tapi saya tidak bisa ikut. Alasannya tentu saja axa.

Pertama, pada hari yang sama saya berada di Surabaya mengelola siaran langsung webinar kedokteran yang melibatkan 40 kota di dalam dan manca negara.

Kedua, kalau pun tidak sedang di Surabaya, saya juga tidak akan ikut demo karena bagi saya Israel itu tidak ada. Saya hanya mengakui Yerusalem merupakan wilayah Palestina.

Saya akan ikut demo kalau temanya mendukung rencana mengapus negara Israel dari peta dunia. Itu pun kalau sedang di Jakarta.

Sejauh yang saya tahu, tidak semua negara di Kawasan Arab sepakat menolak Israel yang akan menjadikan Yerusalem sebagai Ibukota Negara.

Turki, misalnya. Walau pun presidennya di layar TV terlihat ikut demo bersama ratusan ribu warganya, tetapi pemerintah Turki sudah lama mengakui Yerusalem sebagai ibu kota negara Israel.

Ada beberapa dokumen kerjasama antara Turki dan Israel yang menyebutkan tempat penandatanganan dilakukan di Yerusalem (bukan Tel Aviv) dan Istambul. Apakah dokumen itu palsu? Saya tidak tahu.

Ada kawan yang menyanggah pemikiran saya. Menurut dia, lebih baik ikut demo, dari pada tidak melakukan apa-apa.

Pertanyaannya, apa kalau tidak ikut demo sama dengan tidak mendukung Palestina?

Tidak apa apa kalau ada yang menilai begitu. Buat saya, demo kalau cuma teriak-teriak tanpa mau menyumbang dana juga tidak akan mengubah apa-apa terhadap Palestina.

Kalau kita tidak setuju Israel beribukota di Yerusalem, apakah artinya kita mengakui negara Israel yang beribukota di Tel Aviv?

Wallahu a’lam bisshowab.

Tags
Selanjutnya

Artikel Terkait

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker
%d blogger menyukai ini: