Berita

Hadapi Lonjakan PHK Pasca Pandemi Covid-19, BPJAMSOSTEK Siapkan Berbagai Inovasi Program Pelayanan

Kanigoro.com – Kondisi pandemi Covid-19 yang berkepanjangan telah berdampak pada perekonomian Indonesia. Jumlah pekerja yang mengalami pemutusan hubungan kerja (PHK) diprediksi akan meningkat cukup signifikan. Peningkatan pekerja yang di PHK tersebut secara tidak langsung juga berimbas pada melonjaknya jumlah klaim Jaminan Hari Tua (JHT) di Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Ketenagakerjaan yang sekarang dikenal BPJamsostek.

Direktur Pelayanan BPJamsostek Krishna Syarif menyatakan bahwa BPJamsostek telah siap untuk mengantisipasi lonjakan PHK tersebut dengan melakukan inovasi program pelayanan kepada para pesertanya.

“Kami mengerti kondisi yang dihadapi teman-temen pekerja yang ter-PHK sebagai dampak pandemi Covid-19. Kami pastikan BPJamsostek tetap beroperasi normal melayani peserta, melalui metode Pelayanan Tanpa Kontak Fisik (Lapak Asik),’’ kata Khrisna dalam acara video conference antara Direktur Pelayanan BPJamsostek Krishna Syarif dengan para wartawan  yang diselenggarakan di kantor BPJamsostek Pusat, di Jakarta, Rabu (20/5).

Inovasi program pelayanan kepada para pesertanya melalui Program Lapak Asik (Layanan Tanpa Kontak Fisik) dan Program PeKA (Peduli PHK)  ini sesuai dengan arahan pemerintah terkait kebijakan Social dan Physical Distancing.

Krishna juga menyatakan pihaknya terus melakukan evaluasi untuk melahirkan inovasi agar Lapak Asik menjadi lebih baik lagi.

Salah satu terobosan lain yang digagas untuk menghadapi lonjakan PHK adalah klaim kolektif. Inisiatif ini ditujukan kepada perusahaan dengan skala usaha besar dan menengah yang terpaksa melakukan PHK kepada minimal 30 persen pekerjanya karena dampak pandemi Covid-19. Selain itu pihak perusahaan juga harus menjamin validitas data tenaga kerja, sehingga proses klaim dapat dilakukan dengan lebih cepat.

Adapun tahapan pengajuan klaim JHT adalah secara kolektif adalah sebagai berikut:

  1. Perusahaan mengeluarkan surat kuasa resmi untuk penunjukan perwakilan yang akan berkoordinasi dengan petugas BPJamsostek;
  2. Perwakilan perusahaan membuat surat pernyataan bahwa tidak akan menyalahgunakan wewenang dalam pengajuan klaim JHT secara kolektif, dan diketahui oleh perusahaan;
  3. Masing-masing peserta mempersiapkan semua dokumen persyaratan yang dibutuhkan, dan menghubungi perwakilan perusahaan yang telah ditunjuk;
  4. Perwakilan perusahaan membuat surat pengantar pengajuan klaim JHT secara kolektif, beserta data pekerjanya yang terdiri dari nama, nomor handphone aktif, alamat email aktif, sebab klaim, dan checklist kelengkapan dokumen klaim,
  5. Membuat surat berhenti bekerja massal, dengan lampiran data berupa nama pekerja, Nomor Induk Kependudukan (NIK), nomor peserta BPJamsostek, dan periode masa kerja masing-masing pekerja;
  6. Membuat jadual harian proses pengajuan klaim JHT bagi tenaga kerjanya, dan dikoordinasikan dengan petugas BPJamsostek.

BPJamsostek juga telah melakukan simplifikasi prosedur Lapak Asik. Bentuk simplifikasi tersebut antara lain, verifikasi dengan videocall hanya dilakukan pada peserta yang datanya masih sangat diragukan. Selain itu dalam upaya meningkatan kapasitas pelayanan di setiap Kantor Cabang, BPJamsostek telah menambah jumlah personel yang bertugas melakukan verifikasi berkas peserta termasuk memobilisasi dari unit kerja non pelayanan.

Krishna menjamin bahwa seluruh penyempurnaan proses Lapak Asik tersebut tetap mengedepankan kehati-hatian, keamanan data peserta, dan prinsip-prinsip good governance.

Krishna menambahkan BPJAamsostek telah menyediakan fasilitas “Lapak Asik Offline” di setiap kantor cabangnya, bagi peserta yang mengalami kesulitan mengakses Lapak Asik secara online. Meski demikian Krishna tetap mengimbau agar sebisa mungkin peserta melakukan seluruh proses klaimnya dari rumah, karena jauh lebih praktis dan terhindar dari risiko terpapar virus Covid-19.

Semua terobosan pada prosedur Lapak Asik di atas diharapkan dapat meningkatkan kenyamanan dan kecepatan peserta dalam melakukan klaim, sehingga peserta tidak perlu menggunakan jasa pihak ketiga atau calo yang berpotensi mencuri data diri peserta. BPJamsostek juga telah mengantisipasi tindakan para calo yang telah mengambil hak antrian peserta pada prosedur Lapak Asik.

“Semoga pandemi ini bisa segera berakhir dan seluruh pekerja yang terPHK bisa dapat kembali bekerja, sehingga ekonomi keluarganya dapat kembali pulih seperti sedia kala. Saya juga berharap jika sudah kembali bekerja nanti, pastikan diri kita kembali terdaftar menjadi peserta BPJAMSOSTEK agar tetap mendapatkan perlindungan dari risiko kerja,” tutup Krishna.

Deputy Direktur Bidang Pelayanan dan Pengembangan Kanal BPJamsostek, Isnavodiar Jatmiko menambahkan BPJamsostek telah meluncurkan program Lapak Asik (Layanan Tanpa Kontak Fisik) untuk melayani para peserta sejak 23 Maret 2020 lalu, ditambah dengan Program PeKa yang dikhususkan kepada para peserta yang menjadi korban PHK secara massal oleh perusahaan kepesertaan BPJamsostek sebagai imbas dari Covid-19.

“Pada saat pandemi Covid-19 memang terjadi perubahan jumlah pengajuan klaim karena salah satu kanal pelayanan yaitu System Point Office (SPO) yang bekerjasama dengan Bank tidak lagi melayani peserta yang mengajukan klaim JHT, serta adanya perubahan jam operasional layanan yang disesuaikan dengan himbauan dan kebijakan pemerintah,” kata Isnavodiar.

Menurut Isnavodiar, BPJamsostek meluncurkan program Lapak Asik yang dijalankan dengan mekanisme layanan klaim online via situs antrian.bpjsketenagakerjaan.go.id dan aplikasi BPJSTKU sehingga mengurangi interaksi antara peserta dengan petugas BPJamsostek.

“Dikarenakan Program Lapak Asik berbasis digital dan elektronik, maka diperlukan penyesuaian dalam implementasinya, terutama kepada para peserta yang masih belum familiar dan belum mendapatkan informasi terkait prosedur Lapak Asik, sehingga menimbulkan kesan pembatasan dan pengurangan kuota bagi peserta yang datang ke kantor untuk mengajukan klaim,” ujar Isnavodiar.

Ditambahkannya, sebagai badan layanan publik, BPJamsostek juga secara konsisten melakukan evaluasi harian atas kualitas layanan yang diberikan kepada peserta.

Namun dari survei tersebut, disebut Isnavodiar, juga terdapat beberapa masukan dari peserta yang akan mengajukan klaim JHT, terlebih tuntutan pencairan JHT semakin besar dengan adanya potensi gelombang PHK dampak dari Covid-19.

Untuk memenuhi permintaan dari peserta yang terdiri dari tenaga kerja maupun serikat buruh atau serikat pekerja BPJansostek melakukan upaya jemput bola pengajuan klaim JHT secara kolektif melalui perusahaan.

“Konsep ini ideal sekali, dan merupakan kesempatan kami (BPJamsostek-red) untuk tetap memberikan pelayanan prima dan bersahabat kepada para peserta, terutama kepesertaan BPJamsostek yang belum terfasilitasi layanan pengajuan klaim secara digital,” ujar Isnavodiar.

Deputy Direktur Bidang Humas dan Antar Lembaga BPJamsostek, Irvansyah Utoh Banja mengakui dalam proses pelayanan masih terdapat beberapa kendala yang ditemui saat melakukan proses klaim tersebut, seperti kesulitan saat mengupload data oleh peserta, kekeliruan pengisian data hingga adanya oknum yang bermaksud membantu proses pencairan dengan meminta bayaran kepada peserta.

Menanggapi hal tersebut, Utoh menghimbau kepada peserta untuk mengisi data registrasi khususnya nomor HP dan alamat email secara benar dan valid, agar memudahkan petugas dalam menghubungi peserta. “Tidak menggunakan jasa calo dalam proses klaim yang dapat merugikan peserta,” imbau Utoh.

Utoh menegaskan, BPJamsostek tidak akan memungut biaya apapun selama proses klaim, dan jika ada dokumen peserta yang belum diproses dihari yang sama, ia meminta peserta untuk melakukan proses pendaftaran antrian kembali karena kemungkinan terdapat kesalahan dalam pengisisan data registrasi sebelumnya.

“Atas nama BPJamsostek, kami mohon maaf untuk ketidaknyamanan yang terjadi, dan kami berharap para peserta bisa memaklumi hal tersebut. Jika memang terdapat kendala atau kesulitan, peserta bisa menguhubungi layanan call center BPJansostek di 175” ujar Utoh.

Utoh menambahkan bahwa pelaksanaan protokol Lapak Asik dilakukan semata-mata demi menjaga keselamatan dan kesehatan peserta dan karyawan BPJamsostek. Pihaknya tetap bekerja seoptimal mungkin untuk melayani peserta, walaupun tanpa kontak fisik.

“Semoga upaya yang kita lakukan ini dapat berkontribusi positif dalam penanggulangan Covid-19 ini, dan turut mendukung upaya pemerintah dalam menghentikan penularan wabah Covid-19” pungkas Utoh Banja. (Azw)

Selanjutnya

Artikel Terkait

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker
%d blogger menyukai ini: