Berita

Gunung Sinabung Meletus Lagi, Masyarakat diminta Waspada

Kanigoro.com  – Gunung Sinabung Meletus lagi pada Minggu (25/2/2018) pukul 18.02 WIB teramati asap putih tebal dengan tinggi 100 -300 meter dari puncak. Angin bertiup ke arah Barat – Utara.

Pada pukul 20.30 WIB, di bawah sinar rembulan, terjadi erupsi dengan tinggi kolom 3.800 meter. Angin bertiup perlahan ke arah Selatan-Barat Daya, ungkap Sutopo Purwo Nugroho, Kepala Pusat Data, Informasi dan Humas BNPB saat dikonfirmasi kanigoro.com, Minggu (25/2/2018).

Menurut Sutopo, status Gunung Sinabung masih AWAS. Adapun visual pada Minggu (25/2/2018) pukul 00:00-06:00 WIB cuaca berawan – mendung, angin bertiup lemah – sedang kearah Utara – Barat, G. Sinabung tampak jelas – tertutup kabut. Teramati asap kawah putih – kelabu tebal, tinggi 50-500 m diatas puncak. Terlihat hembusan asap kelabu menerus. Kegempaan 1 x Gempa Tektonik Jauh. Tremor Menerus dengan amplitudo 0.5-10 mm (dominan 0.5 mm).

Sementara pada pukul 06:00-12:00 WIB Visual teramati cuaca berawan – mendung, angin bertiup lemah ke arah Utara – Barat, G. Sinabung tampak jelas – tertutup kabut. Teramati asap kawah putih – kelabu tebal, tinggi 500-1000 m di atas puncak. Kegempaan 3 x Gempa Low Frekuensi, 1 x Gempa Hybrid/Fase Banyak, Tremor Menerus dengan amplitudo 1-16 mm (dominan 3 mm).

“Kesimpulan, tingkat aktifitas vulkanik masih tinggi, Status G. Sinabung Level IV (Awas),” kata Sutopo.

Untuk itu Sutopo merekomendasikan agar masyarakat dan pengunjung/wisatawan tidak melakukan aktivitas di dalam radius 3 km dari puncak, dan dalam jarak 7 km untuk sektor selatan-tenggara, di dalam jarak 6 km untuk sektor tenggara-timur, serta di dalam jarak 4 km untuk sektor utara-timur G. Sinabung.

“Masyarakat yang berada dan bermukim di dekat sungai-sungai yang berhulu di G. Sinabung agar tetap waspada terhadap potensi bahaya lahar,” ujar Sutopo.

Dia menambahkan, mengingat telah terbentuk bendungan di hulu Sungai Laborus maka penduduk yang bermukim dan beraktivitas di sekitar hilir daerah aliran sungai Laborus agar tetap menjaga kewaspadaan karena bendungan ini sewaktu-waktu dapat jebol karena tidak kuat menahan volume air sehingga mengakibatkan lahar/banjir bandang ke hilir.

“BPBD Kabupaten Tanah Karo segera melakukan sosialisasi ancaman bencana lahar/banjir bandang ini ke penduduk yang bermukim dan beraktivitas di sepanjang hilir dan sekitar Sungai Laborus,” pungkas Sutopo (Azr)

Tags
Selanjutnya

Artikel Terkait

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker
%d blogger menyukai ini: