Berita

Gerindra: Rapor Rezim Jokowi di Bidang Hukum, HAM, dan Terorisme Merah!

Kanigoro.com – Setidaknya terdapat sejumlah hal yang menjadi catatan kritis Partai Gerindra terkait dengan penegakan hukum, HAM, terorisme, serta pemberantasan korupsi di era Jokowi. Kepala Bidang Advokasi DPP Partai Gerindra, Habiburokhman menilainya sebagai rapor merah pada rezim saat ini.

Hal yang paling disoroti oleh Habiburokhman adalah mengenai azas persamaan hukum bagi masyarakat. Ia mencontohkan ihwal perkara ujaran kebencian yang menjerat Asma Dewi dan perlakuan penegak hukum terhadap kasus penistaan agama yang melibatkan politikus Partai NasDem, Viktor Laiskodat.

“Ibu Asma Dewi ini ada konpres terkait dengan saracen kemudian dibilang sejumlah uang transfer dengan saracen pada akhirnya divonis yang seolah dipaksakan. Sisi lain kasus Viktor Laiskodat sampai sekarang tidak ada progressnya,” ujar Habiburokhman dalam diskusi di Prabowo-Sandi Media Center, di Jalan Sriwijaya 35, Selasa, 8 Januari 2019.

“Apakah benar hukum itu hanya tajam kepada orang yang mengritik kekuasaan dan tumpul kepada orang yang baik dengan kekuasaan,” imbuhnya.

Tak hanya itu, ia juga mengingatkan kembali kasus penyerangan terhadap penyidik senior KPK Novel Baswedan yang hingga kini belum juga terungkap. Ini juga yang mempengaruhi indeks persepsi korupsi di era Jokowi yang cenderung tidak ada peningkatan.

“Soal tingkat pidana korupsi ini lebih berat lagi untuk petahana berdebat. Bagaimana mungkin indeks persepsi korupsi yang ditargetkan oleh KPK di 50 di tahun 2019 saat ini baru 3.9. Skornya 100 maksimal dan ini sekarang 3.9,” terangnya.

Dan terakhir mengenai radikalisme dan terorisme yang tak kunjung hilang di Indonesia, menurut Habiburokhman hal tersebut juga semakin membuat rezim ini mendapat penilaian buruk dari masyarakat.

“Jadi pada persoalan tersebut, hukum, HAM, Tipikor dan Terorisme rapotnya Pak Jokowi menurut saya merah. Membahas persoalan yang rapornya merah pasti akan menjadi beban moral bagi beliau. Petahana dalam kampanye itu tidak hanya berhadapan dengan lawan politiknya tetapi juga dengan kinerja nya sendiri. Jadi wajar kalau kubu sebelah agak gelagapan di bidang yang ini,” pungkas Habiburokhman.

Forum diakusi ini menghadirkan pembicara Benny K Harman (Demokrat), Yahdil Abdi Harahap (PAN) dan Nasir Jamil (PKS) serta Vasco Rushemy (Berkarya).(T)

Komentar Facebook

Tags
Selanjutnya

Artikel Terkait

Check Also

Close