Berita

Gerindra: Bebaskan Ibu Nuril ..!

Kanigoro.com – Kasus kriminalisasi yang menimpa seorang mantan guru honorer di Nusa Tenggara Barat (NTB) bernama Baiq Nuril Maknun, telah menambah catatan kelam dalam penegakkan hukum. 

Ibu Nuril yang menjadi korban pelecehan seksual secara verbal, justru malah dinyatakan bersalah oleh lembaga pengadilan, dalam hal ini Mahkamah Agung. Penjara enam bulan dan denda 500 juta dijatuhkan kepada Nuril.

“Kami mendesak kepada Mahkamah Agung agar dapat menggunakan nurani dalam memutus kasus hukum. Bagaimana bisa seorang korban pelecehan yang seharusnya dilindungi, justru malah dinyatakan bersalah dan dijatuhi hukuman,” protes Ketua Fraksi Gerindra DPR RI Edhy Prabowo dalam rilisnya yang diterima kanigoro.com Jumat (16/11) pagi.

Menurut Edhy, Nuril bukan hanya harus dibebaskan, tetapi juga harus diberi penghargaan, karena berani melawan tindakan asusila yang dilakukan oleh atasannya, yang kabarnya kini sudah naik pangkat.

“Tak banyak korban asusila yang berani bertindak dan melawan. Kami Partai Gerindra siap memberikan bantuan hukum dan pendampingan khusus kepada Ibu Nuril dalam menghadapi kasus ini. Kami sangat memuliakan perempuan dan melawan segala bentuk pelecehan kepada kaum perempuan,” tegas Edhy.

Selain itu, Edhy juga akan menginstruksikan kepada para anggota Fraksi Gerindra di DPR untuk mengawal kasus ini dan memanggil segenap instansi terkait seperti Setjen Mahkamah Agung, Komnas HAM, Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, serta instansi terkait lainnya.

“Kami mendesak agar Ibu Nuril segera dibebaskan dari status terhukum. Ibu Nuril adalah satu dari sekian banyak perempuan yang menjadi korban pelecehan seksual. Jangan sampai kasus Ibu Nuril membuat para korban pelecehan lain enggan bersuara dan tidak mau melawan karena takut dengan ancaman penjara. Negara harus hadir melindungi para perempuan dari ancaman pelecehan dalam bentuk apapun,” lanjut Edhy.

Selanjutnya Edhy juga mengimbau kepada para perempuan di tanah air agar jangan takut untuk bersuara dan melawan saat menjadi korban pelecehan.

“Negara harus hadir memberi rasa aman. Jangan sampai negeri ini hanya banyak pengadilan tapi susah mencari keadilan. Perempuan harus kita lindungi dan kita muliakan. Salam Indonesia Raya…!” pungkas Edhy.

Tags
Selanjutnya

Artikel Terkait