Berita

Fahri Hamzah: “Kandidat Saudara Ada Dimana Waktu itu?”

Jakarta, Kanigoro.com – Wakil Ketua DPR RI yang juga mantan Ketua Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (KAMMI) Fahri Hamzah menyindir keras orang-orang yang mempertanyakan kredabilitas cagub nomor urut 3 Anies Baswedan dalam gerakan mahasiswa tahun 90-an.

Fahri membeberkan peran Anies dalam perjuangan reformasi dan gerakan mahasiswa dan melempar pertanyaan yang bikin panas para pengkritik Anies.

“Tapi sekali lagi, anda suka atau tidak Anies Baswedan ada dalam TL perjuangan reformasi”, tulis Fahri melalui akun twitter @Fahrihamzah, Selasa (28/3/2017).

Fahri justru bertanya kepada pembenci Anies dengan mempertanyakan posisi calon yang didukung sekarang apakah ikut berjuang dalam gerakan reformasi. “Pertanyaannya adalah, kandidat saudara ada di mana ketika itu?. Itu perlu penjelasan”, ujarnya.

Berikut isi statemen lengkap Fahri Hamzah yang diunggah melalui jejaring twitter:

Anda suka atau tidak @aniesbaswedan memang ada dalam Time Line perjuangan mahasiswa melawan Orba.

Suatu sore di tahun 1995 saya, @aniesbaswedan dan beberapa teman menjemput pak Amien Rais di PP Muhammadiyah.

Kami Naik bajaj menuju TIM di kawasan Cikini. Amien Rais kami daulat Berpidato.

Jelang pemilu 1997 pak Amien sedang heboh oleh isu suksesi yang diucapkannya di beberapa tempat.

Kami generasi muda menyambar kesempatan itu. Amien Rais kami gotong menjadi figur dalam reformasi.

Saya lebih percaya akurasi catatan sahabat saya @IndraJPiliang
tentang semua ini.

Tapi sekali lagi, anda suka atau tidak @aniesbaswedan ada dalam TL perjuangan reformasi.

Dia memang pergi kuliah setelah itu ke amerika serikat sampai bergelar PhD. Tapi dia aktifis mahasiswa di antara kami.

Pertanyaannya adalah, kandidat saudara ada di mana ketika itu?. Itu perlu penjelasan.

Agar saudara mengerti bahwa sejarah tidak buta dan tuli. Dia berbisik menuturkan kejadian yang benar.

Sejarah bersaksi tentang kehadiran. Dan garis perjuangan seseorang. Dan di pihak mana saudara berdiri.

Jika anda tak pernah ada. Anda takkan bisa menjadi ada. Hanya karena masa kini menyanggupi manipulasi.

Di depan mahkamah sejarah kita bertanya, “saudara siapa dan saudara berdiri di pihak siapa?”.

Maju terus @aniesbaswedan…!

(th)**

Komentar Facebook

Selanjutnya

Artikel Terkait

Scroll Up