Berita

Dukungan Buat Irwan Kian Menguat

Menyongsong Pilwalkot Medan 2020

Kanigoro.com – Tim Perjuangan Irwan Supadli untuk Medan yang sudah dibentuk pekan lalu (10/7/2019) mulai bergerak dengsn membuka Forum Diskusi Mingguan. Forum yang digagas bersama oleh tim dan Irfandy, tokoh muda salah seorang Pimpinan Aliansi Pemuda Peduli Pembangunan Kota Medan, mulai dilaksanakan pada hari Kamis (18/7) di kantor Irfandy yang berlokasi di kawasan Medan Baru. Melalui diskusi ini yang diharapkan bisa memunculkan ide-ide konstruktif sebagai upaya menjawab tantangan zaman.

“Kalau kita mau jujur, sebenarnya kota kita ini bisa dikatakan ketinggalan. Bahkan dengan kota-kota kecil di Pulau Jawa. Dikatakan Medan merupakan Kota Metropolitan terbesar di luar Jawa tapi kita tidak melihat perubahan yg signifikan dari sisi modernisasi kota sebagai upaya menjawab tantangan zaman. Kita berharap melalui forum diskusi mingguan ini yang secara khusus didesign untuk menjaring ide-ide segar dan maju, terutama dari kaum muda serta profesional Medan. Sehingga nantinya dapat dijadikan masukan bagi Saudara Irwan Supadli, sebagai bekal menjadi Pemimpin Kota Medan ke depan sesuai niatan kita semua,” ujar Irfandy.

Wartawan senior Kota Medan, Muhammad Iqbal Nasution, yang ikut dalam diskusi tersebut menambahkan, bahwa Medan sebagai kota yang sangat penting di luar Pulau Jawa terutama dalam kaca mata perekonomian nasional, dinilai mengalami stagnasi, untuk tidak menyebut mengalami kemunduran peran dan fungsinya. “Sangat jelas dalam sejarah sejak berabad-abad lalu bahwa Kota Medan ini terbentuk erat kaitannya dan tak dapat dipisahkan dari aktivitas perdagangan. Baik dalam dan luar negeri. Sampai saat inipun hal itu masih terus terjadi. Tetapi kita tidak melihat upaya yang benar-benar maksimal untuk memanfaatkan potensi yang sudah ada seperti kala itu. Singapura itu belum jadi apa-apa ketika Medan sudah menjadi Bandar Dagang yang sangat sibuk. Sejujurnya saya heran dan prihatin dengan kota kita ini. Bisa dikatakan stagnan kalau tak dapat disebut mirip dengan kemunduran peran dan fungsinya. Apa lagi jika kita bicara tentang Pelabuhan Belawan. Bisa kita katakan seperti hidup segan mati tak mau,” keluhnya.

Salah seorang Praktisi Hukum Kota Medan, Lukman Hakim, dalam diskusi tersebut mengatakan bahwa Kota Medan mesti berani memilih putra terbaiknya dari kaum muda yg mampu memahami tantangan zaman milenial. “Sudahlah, sudah cukup, sudah waktunya kaum muda profesional yang memimpin. Mari kita berikan kesempatan dan jalan. Sudah saatnya, sudah waktunya, sudah tiba giliran nya untuk kaum muda yang paham zaman milenial ini yang memimpin. Kita yang sudah tua-tua ini tahu dirilah. Kaum muda kita ini sudah paham bahwa kota ini seperti jalan di tempat, tak ada kemajuan yang berarti. Saya sangat suka dan mendukung Irwan Supadli menjadi walikota. Berikan jalan untuk kaum muda kita. Mau menunggu apa lagi? Kapan lagi dikasih kesempatan?” tanya Lukman.

Menanggapi berbagai pendapat itu, Irwan Supadli menyampaikan komitmennya yang sedari awal telah ditegaskan akan terus berjuang untuk mewujudkan harapan masyarakat kepada dirinya dalam kontestasi politik Pilkada Kota Medan.
“Saya sangat berterima kasih atas dukungan dan harapan masyarakat Kota Medan yang diberikan kepada saya untuk menjadi Walikota Medan. Saya juga sangat berterima kasih atas penyelenggaraan diskusi kita ini. Banyak pelajaran dan masukan yang saya dapatkan. Semoga Allah SWT berkenan menolong perjuangan kita ini,” harapnya.

Diskusi yang banyak diwarnai penyampaian keluhan atas kondisi Kota Medan, terutama masalah banjir yang kerap terjadi belakangan ini, kemudian ditutup oleh Fery Susanto, selaku Wakil Ketua Tim Perjuangan. “Terimakasih kami yang sebesar-besarnya atas partisipasi aktif dan sangat antusias di acara diskusi kita ini. Kami berharap pada diskusi yang akan datang akan semakin semangat lagi kita membicarakan nasib Kota Medan yang kita cintai bersama ini. Kami mencatat seluruh masukan dan ide-ide yang akan kami teruskan kepada tim yg membidangi visi dan misi serta program kerja Irwan Supadli menuju Walikota Medan,” pungkasnya.

Diskusi diakhiri dengan pembacaan doa dipimpin oleh dai muda Kota Medan Ustadz Ahmad Daud.

Komentar Facebook

Tags
Selanjutnya

Artikel Terkait

Scroll Up