Berita

DPR Tuding Pertamina Penyebab Kelangkaan Premium

Kanigoro.com – Ketua Komisi VII DPR-RI yang membidangi energi, Gus Irawan Pasaribu, berang atas kelangkaan premium di Indonesia. Dia menduga Pertamina berperan besar dalam situasi seperti ini.

“Saya benar-benar marah atas kelangkaan ini. Apalagi dapil saya di Sumatera Utara termasuk paling parah kelangkaannya. Kita tahu seperti apa permainan Pertamina. Padalal Pertamina badan usaha milik negara yang ditugaskan pemerintah menyalurkan premium dan solar bersubsidi,” kata dia dalam rilis yang diterima kanigoro.com, Kamis (23/11).

Gus Irawan menambahkan, Pertamina mengemban tugas negara untuk menyalurkan premium sesuai Peraturan Presiden No. 191 Tahun 2014 Tentang Penyediaan, Pendistribusian dan Harga Jual Eceran Bahan Bakar Minyak. Selain itu ada juga Peraturan Menteri ESDM No. 39 Tahun 2016 Tentang Percepatan Pemberlakuan Satu Harga Jenis Bahan Bakar Minyak Tertentu dan Jenis Bahan Bakar Minyak Khusus Penugasan Secara Nasional.

“Faktanya di lapangan sekarang terjadi kelangkaan premium hampir di semua daerah. Di Indonesia iya dan paling parah terjadi di Sumut,” lanjut dia.

Politikus Partai Gerindra ini menambahkan, dari data penugasan kepada Pertamina untuk menyalurkan premium selama 2017 harus tersedia 12.500.000 kiloliter premium. Ternyata sampai Oktober penyalurannya baru 6.023.000 kiloliter atau sekitar 48 persen.

“Saya terima laporan premium kosong dimana-mana. Lebih parah lagi di Sumut. Harusnya premium bersubsidi sepanjang tahun ini harus disalurkan Pertamina 1.680.000 kiloliter. Ternyata realisasi penyaluran di Sumut hanya 492.000 kiloliter atau 29 persen. Nyatanya tak sampai 30 persen. Ini pertanda apa?” ujar Gus dengan nada emosi.

Gus menuding Pertamina mengangkangi penugasan negara. Melakukan tindakan sendiri dengan mengarahkan agar premium hilang kemudian masyarakat beralih ke Pertalite. “Padahal sebenarnya masyarakat masih mencari premium,” jelasnya.

Di saat rapat dengar pendapat dengan Pertamina beberapa waktu lalu, saat ditanyakan kenapa BBM langka ada indikasi karena permainan SPBU. “Ya saya waktu itu seperti membela Pertamina bahwa kelangkaan ulah pengusaha SPBU. Karena margin mereka saat menjual premium bersubsidi Rp275 per liter. Sementara kalau mereka jual Pertalite dapatnya Rp325 per liter. Itu diamini oleh Direktur Pemasaran Pertamina.”

Faktanya sekarang ketahuan yang tidak menyalurkan premium bersubsidi itu Pertamina sendiri karena realisasi yang harusnya disediakan tidak tersalur secara efektif, jelasnya. “Kenapa premium langka. Terjawab sudah. Karena disengaja Pertamina. Fakta lho. Saya baru selesai reses keliling daerah pemilihan. Malah banyak aduan pengusaha SPBU yang kecewa karena tidak mendapat kuota premium. Yang saya kira tadi permainan pengusaha yang ingin margin lebih besar ternyata dari pertamina sendiri,” jelasnya.

Kondisi itulah yang membuat Gus Irawan marah atas pembangkangan Pertamina dalam mengemban tugas negara. “Kalau caranya seperti ini berarti memaksa konsumen memakai Pertalite. Padahal dalam rapat kita dulunya, pertalite hanya opsi. Atau piihan. Siapa yang mau beli silakan. Tapi premium tetap disediakan. Sekarang mereka mendisain agar masyarakat membeli pertalite dengan memaksa lewat menghilangkan pasokan premium.”

Pihaknya berjanji akan memanggil Pertamina berikut jajaran direksi untuk mendalami semua masalah yang terjadi saat ini terutama soal kelangkaan premium.

“Malah kita agendakan membentuk panja (panitia kerja) di Komisi VII. Termasuk panja premium dan komoditas lain. Karena coba lihat juga, ini gas 3 kg langka dimana-mana. Jadi kalau ada panja gerakan kita lebih luwes untuk mengawasi dan mengoreksi Pertamina,” tuturnya. (th)*

Selanjutnya

Artikel Terkait

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker
%d blogger menyukai ini: