Berita

Din Syamsuddin: Pemerintah Jangan Melindungi Terdakwa

Jakarta, Kanigoro. com – “Tuntutan Jaksa Penuntut Umum (JPU) dalam Pengadilan Kasus Penistaan Agama oleh Saudara Basuki Tjahaja Purnama, secara kasat mata dirasakan mengabaikan rasa keadilan rakyat dan menunjukkan secara nyata keberpihakan pemerintah untuk melindungi terdakwa,” tegas Ketua Dewan Pertimbangan MUI Pusat Prof. Dr. M. Din Syamsuddin menanggapi tuntutan JPU dalam sidang kasus Ahok yang tengah menjadi polemik di masyarakat.

Dalam rilis yang diterima redaksi Kanigoro.com Din Syamsuddin memberikan penilaian, bahwa penundaan pembacaan tuntutan dengan alasan yang mengada-ada dan penuntutan hukum sangat ringan yang bertentangan dengan jurisprudensi yang ada dirasakan sebagai kecenderungan mempermainkan hukum.

“Hal ini jika dibiarkan maka akan menimbulkan ketakpercayaan (distrust) kepada instansi penegakan hukum dan dapat menimbulkan ketidaktaatan (disobedience) terhadap hukum dan penegakan hukum,” tambahnya.

Bagi Din Syamsuddin kasus penistaan agama oleh Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama bukan perkara kecil.

“Maka jangan ada yang menganggapnya kecil. Ujaran kebencian yang ditebarnya dari Kepulauan Seribu September tahun lalu merupakan bentuk intoleransi dan anti kebhinekaan yang nyata. Jika dibiarkan, hal itu potensial mengganggu kerukunan antar umat beragama dan antar etnik di Negara Pancasila yang berbhineka tunggal ika,” jelas Din Syamsuddin.

Tindakan penistaan seperti itu, menurut Din Syamsuddin harus diamputasi melalui penegakan hukum yang berkeadilan dan memenuhi rasa keadilan rakyat.

“Demi penegakan negara berdasarkan hukum, maka kecenderungan mempermainkan hukum agar dihentikan dan sidang kasus penistaan agama diluruskan. Saatnya rakyat warga negara, lintas agama, suku, golongan dan lapisan, bersatu padu untuk menyerukan kebaikan dan mencegah kemungkaran,” lanjut Din Syamsuddin.

Di akhir rilisnya, Din Syamsuddin mengingatkan dengan sangat kepada pemerintah, “Jangan usik rasa keadilan rakyat, karena rakyat akan bangkit berdaulat, dan Gusti Allah ora sare.”

Komentar Facebook

Tags
Selanjutnya

Artikel Terkait

Scroll Up