BeritaFeatured

Dilema Lockdown dan Pulang Kampung

Kanigoro.com – Situasi Indonesia, terutama Jakarta dalam suasana Pandemi Covid-19 yang sudah sangat mengkhawatirkan.

Terutama untuk buruh dan pekerja sektor informal, pandemi Covid-19 ini mengakibatkan dilema, “Lockdown atau Pulang Kampung”

Melihat situasi ini Abdullah Rasyid, Direktur Sabang Merauke Institute, memberikan beberapa alternatif dalam menghadapi hal ini. Terutama untuk buruh dan pekerja sektor informal.

“Coba kita cermati saudara kita di Jakarta yang menjadi buruh harian dan bekerja di sektor informal. Rata-rata mereka ber-KTP daerah, artinya hak-hak sosial dari pemda DKI Jakarta tidak mereka dapatkan,” kata Rasyid.

Selain itu, menurut Rasyid. mereka tinggal di bedeng bertumpuk-tumpukan, artinya “contra distancing“.

“Pekerjaannya berhenti dan tidak punya uang, tidak ada harapan mendapat donasi dari DKI dan keluarga mereka biasanya di desa/kampung.” tambah Fungsionaris Partai Demokrat ini.

Rasyid menjelaskan langkah-langkah yang bisa jadi alternatif solusi untuk para buruh dan pekerja informal ini.

“Solusinya ada dua pilihan, pertama, pulangkan mereka ke kampung dengan program yang jelas, sediakan angkutan umum yang pro Covid-19, ikuti protokol kesehatan termasuk, karantina dan lain sebagainya. Solusi ini perlu kerjasama pemda DKI dan pemda asal para pekerja ini.” papar Rasyid yang juga merupakan Dewan Pembina PPMI’98.

Solusi kedua, para pekerja yang menjadi buruh dan sektor informal ini tetap di Jakarta.

“Konsekuensinya, sediakan tempat tidur sehingga tidak tumpuk-tumpukan, hal ini penting, karena jika tidak akan berimbas pada penularan, sediakan jaminan sosial yang layak, tentukan anggaran yang jelas, untuk mereka dapat bertahan hidup sampai situasi wabah mereda dan aman.” lanjut Rasyid.

Ia juga menekankan, “pembagian anggaran dan jaminan hidup ini harus disampaikan di depan publik. Hal ini menjadi tanggung jawab Gubernur DKI bersama gubernur asal mereka. Jika tidak dilakukan, maka tak tertutup kejadian di India berulang terjadi di Jakarta.” (Fn)

Selanjutnya

Artikel Terkait

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker
%d blogger menyukai ini: