BeritaFeatured

Dampak Covid-19: Pertamina dan PLN Layak Dapat Apresiasi, Bagaimana dengan Ojol?

Kanigoro.com – Pakar Ekonom Konstitusi, Defiyan Cori memberikan apresiasi kepada Pertamina dan PLN atas keterlibatannya dalam menangani dampak ekonomi sosial di masa pandemi Covid-19.

“Penghargaan yang tinggi patut diberikan kepada Badan Usaha Milik Negara (BUMN) PT. Pertamina dan PLN atas berbagai kebijakannya terlibat aktif dalam menangani dampak ekonomi dan sosial pandemik corona virus disease 19 (covid-19) yang saat ini tengah dialami bangsa dan rakyat Indonesia.” kata Defiyan di Jakarta, Senin (20/4).

Berbagai program telah dijalankan oleh Pertamina dan PLN sebagai BUMN yang dibanggakan rakyat Indonesia ini yang selalu menjadi penopang kehidupan ekonomi bangsa dan negara.

PLN mulai menggratiskan tarif listrik bagi pelangan golongan 450 VA dan memberikan diskon listrik kepada sebagian pelanggan golongan 900 VA mulai hari Rabu tanggal 1 April 2020.

Defiyan menambahkan, keringanan tarif listik diberikan sesuai arahan dan instruksi Presiden Joko Widodo untuk membantu rumah tangga miskin di tengah masa sulit akibat pandemi virus corona. Pembebasan pembayaran listrik diberikan kepada 24 juta pelanggan. Sedangkan, diskon 50% diberikan kepada 7 juta pelanggan. Seluruh keringanan biaya listrik ini akan berlaku selama tiga bulan yakni April, Mei, dan Juni 2020.


PLN juga berencana (kajian teknis sedang disiapkan) memberikan keringanan atas pembayaran tagihan terhadap pelanggan Rumah Tangga listrik dengan daya 900 VA dan 1300 VA.

“Sementara itu, Pertamina sejauh ini telah mengeluarkan dana kurang lebih Rp 250 Miliar untuk turut berpartisipasi dalam menangani masyarakat terdampak covid-19, diantaranya memberikan santunan sosial, bea siswa pendidikan dan menyediakan Rumah Sakit Darurat untuk pasien covi-19.” ungkap Defiyan.

Selain itu, program korporasi bisnis lainnya, yaitu Pertamina memberikan program cashback 50 persen untuk pembelian Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis Pertalite dan Pertamax series bagi 10.000 pembeli pertama pengendara Ojek Online (Ojol).
Program casback ini berlaku setiap hari, mulai tanggal 14 April sampai dengan 12 Juli 2020 (90 hari), di seluruh SPBU Pertamina.

Defiyan mengamati, jika dikalkulasi program untuk pengendara ojol selama 90 hari ini apabila diberikan setiap hari sejumlah Rp 15.000, maka Pertamina secara langsung mengeluarkan bantuan sejumlah Rp.13,5 Miliar.

“Pertanyaannya adalah, mana wujud partisipasi dan tanggungjawab Perusahaan Go’Jek sebagai mitra usaha para pengendara ojek online (Ojol) itu secara langsung? Bukankah setiap hari para pengendara ini memberikan kontribusi ekonomi dan keuntungan kepada pemilik perusahaan?” tanya Defiyan.

Menurutnya, jika dicermati Undang-Undang Nomor 40 Tahun 2007 tentang Perseroan Terbatas, maka konsep tanggungjawab sosial (Corporate Social Responsibility/CSR) korporasi hanya untuk badan usaha yang bergerak di sektor Pertambangan Energi dan Sumberdaya Mineral dan mencakup permasalahan lingkungan saja.

“Jadi, secara resmi, UU ini menggunakan istilah Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL). UU ini mengatur kewajiban bagi perseroan yang berkaitan dengan sumber daya alam untuk melaksanakan tanggung jawab sosial dan lingkungan. Pasal 74 ayat (1) UU PT berbunyi, Perseroan yang menjalankan kegiatan usahanya di bidang dan/atau berkaitan dengan sumber daya alam wajib melaksanakan Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan.” papar Defiyan.

Defiyan juga menegaskan, jika ketentuan ini tidak dijalankan, maka ada sanksi yang akan dijatuhkan sesuai dengan peraturan perundang-undangan sesuai Peraturan Pemerintah Nomor 47 Tahun 2012 tentang Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan Perseroan Terbatas. Pemerintah menerbitkan PP No. 47 Tahun 2012 sebagai peraturan pelaksana dari Pasal 74 UU PT di atas. PP No. 47 Tahun 2012 yang ditandatangani oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono ini hanya berisi sembilan pasal. Salah satu yang diatur adalah mekanisme pelaksanaan Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan perseroan. Pasal 4 ayat (1) PP No. 47 Tahun 2012 menyebutkan, Tanggung jawab sosial dan lingkungan dilaksanakan oleh Direksi berdasarkan rencana kerja tahunan Perseroan setelah mendapat persetujuan Dewan Komisaris atau RUPS sesuai dengan anggaran dasar Perseroan.

“Artinya, ditengah musibah covid-19 yang juga berdampak pada menurunnya konsumsi listrik PLN dan penjualan BBM Pertamina sebesar 17-35 persen, yang otomatis mempengaruhi posisi laporan rugi-laba dan keuangan PLN dan Pertamina, BUMN ini tetap membantu masyarakat di luar kewajiban dan ketentuan tanggungjawab yang dibebankan oleh UU. Sedangkan perusahaan Go-Jek sebagai mitra pengendara Ojol tak menunjukkan kewajiban korporasi dan tanggungjawab sosial ekonomi atas dampak covid-19 terhadap mitranya sendiri. Sungguh sebuah sikap yang tak menunjukkan rasa kemanusian yang adil dan beradab ditengah pandemi covid-19 yang butuh solidaritas semua pihak.” pungkas Defiyan. (Fn)

Selanjutnya

Artikel Terkait

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker
%d blogger menyukai ini: