Berita

Bupati Kebumen: 60% Perkembangan Pariwisata Dipengaruhi Budaya

Kebumen, Kanigoro.com – “Ketika kami mengadakan kunjungan ke Kementerian Pariwisata, mendapatkan penjelasan bahwa perkembangan pariwisata dipengaruhi tiga unsur, 30% pariwisata alam, 10% pariwisata buatan dan 60% budaya lokal. Karena itu untuk mengembangkan pariwisata Kebumen, sangat diperlukan peran para pelaku seni budaya di Kebumen,” demikian disampaikan Bupati Kebumen Muhammad Yahya Fuad saat memberikan sambutan sekaligus membuka Pameran Seni Rupa “Bangga Kebumen”, Selasa (2/5) siang.

Pameran yang dilaksanakan di Rumah Budaya Bumi Bimasakti, Kauman Kebumen tersebut diselenggarakan Paguyuban Budaya dan Spiritual Cakra Buana bekerja sama dengan Dewan Kesenian Daerah (DKD) Kabupaten Kebumen. Pameran diikuti perupa dengan beragam latar belakang pendidikan. Ada karya anak-anak SD, kerajinan tangan, lukisan cat minyak, sketsa, batik Kebumen, seni rupa logam sampai lukisan dengan cangkang telur. Kerajinan khas Kebumen juga ikut dipamerkan seperti beragam akik, kerajinan dari biji jenitri serta perangkat makan-minum dari batok kelapa. Pada saat pembukaan dimeriahkan juga dengan permainan sulap melukis dengan api dan keris berkepala bebek.

Menegaskan kembali peran seni budaya dalam pengembangan pariwisata, Yahya Fuad memberikan contoh dua daerah yang kini pariwisatanya berkembang pesat, yakni Belitung dan Maumere.

“Dulu Belitung hanya dikenal sebagai penghasil timah, namun setelah booming novel dan film Lasykar Pelangi, Belitung menjadi terkenal dan merupakan salah satu destinasi wisata yang banyak pengunjungnya di Indonesia. Demikian juga dengan Maumere, NTT, populernya senam Maumere membuat banyak orang semakin mengenal Maumere,” jelas Yahya Fuad.

Dalam laporannya selaku ketua panitia, Ki Mujiono menjelaskan bahwa pameran seni rupa “Bangga Kebumen” merupakan langkah awal para perupa Kebumen untuk berkonsolidasi dan ikut berkiprah dalam pembangunan di Kebumen.

“Banyak potensi perupa di Kebumen, namun karena ketiadaan tempat berkumpul membuat kurang adanya komunikasi. Karena itu keberadaan Rumah Budaya Bumi Bimasakti yang sekaligus menjadi sekretariat sementara DKD Kebumen, diharapkan bisa memfasilitasi pengembangan peran serta para perupa Kebumen,” ujar Ki Mujiono.

Sementara Ketua Umum DKD Kebumen Sat Siswonirmolo menyampaikan penghargaan yang tinggi kepada Bupati Kebumen Muhammad Yahya Fuad, atas kesediaannya membuka pameran.

“Kehadiran Bapak Bupati memberi sambutan sekalugus membuka acara ini, sangat berarti bagi para seniman, sehingga bisa memotivasi untuk lebih meningkatkan kiprahnya melalui karya-karya yang bisa menjadi kebanggaan masyarakat Kebumen,” ucap Siswonirmolo.

Usai pembukaan yang dilanjutkan dengan keliling ruang pameran, Yahya Fuad mendapat kesempatan untuk dilukis profil wajahnya.

“Wah, mirip sekali,” komentarnya puas.

Tags
Selanjutnya

Artikel Terkait

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker
%d blogger menyukai ini: