Berita

Bertebaran Spanduk Liar Tolak Capres Pelanggar HAM, PAN: Ini Upaya Adu Adu Domba

Kanigoro.com – Sekjen DPP Partai Amanat Nasional (PAN) Eddy Soeparno sangat menyayangkan adanya upaya pecah belah dan politik adu domba terhadap parpol koalisi Prabowo-Sandi. Praktik tercela sebaiknya segera dihentikan, karena hanya akan merusak demokrasi yang tengah kita bangun.

Hari ini Eddy mengaku mendapat sejumlah laporan adanya spanduk yang mengatas namakan PAN menolak pemaksaan memilih capres pelanggar HAM. Spanduk tersebut tersebar di Sukabumi, dan Bogor, Jawa Barat.

“Kami terkejut karena PAN dalam sepekan terakhir diserang dengan isu perpecahan. Melihat polanya ini sangat terencana dan sistematis, “ tegas Eddy.

Sebelumnya dua orang kader PAN di Palembang, Sumatera Selatan melakukan deklarasi mendukung pasangan Jokowi-Ma’ruf Amin. Setelah dicek ke DPW PAN Sumsel ternyata keduanya adalah kader non aktif. Sementara yang lain, tidak jelas. Mereka warga biasa yang menggunakan seragam dan atribut PAN.

Eddy mengimbau operasi politik tersebut segera dihentikan, karena bisa merusak dan menciderai demokrasi yang tengah kita bangun. “Mari bersaing secara fair. Adu gagasan. Adu kompetensi para paslon,” tambahnya.

Parpol dan para pendukung paslon, punya kewajiban mendidik masyarakat untuk berpikir rasional, dan menciptakan iklim demokrasi yang baik. PAN tidak khawatir aksi black campaign tersebut akan merusak soliditas partai pendukung Prabowo-Sandi. “Kami sangat solid, dan optimis bisa memenangkan Pileg dan Pilpres 2019.” pungkasnya. (t)

Komentar Facebook

Selanjutnya

Artikel Terkait

Scroll Up