Berita

Amien Rais: Jika Konglomerasi Mencampuri Politik Maka Negara ini Akan Hancur

Laporan: Sudono dan A Subagya (Yogyakarta

“Cara tidak komprehensif dalam memahami jihad maka mengakibatkan umat tidak punya konsep jihad yang holistik”, demikian paparan diskusi publik tentang “Umat Islam Menyikapi Pilpres 2019” yang menghadirkan Prof. Dr. Amien Rais, guru besar politik Fisipol UGM Yogyakarta, di Gedung KBPII-YKU Yogyakarta, Jumat (21/9/2018).

Dalam diskusi yang dipandu Ananta Heri Pramono (Sekum KBPII Yogyakarta Besar) dan dihadiri ratusan mantan aktivis PII Yogyakarta Besar yang tergabung dalam PW KBPII Yogbes ini, Amien mengingatkan pentingnya umat memiliki pandangan yang holistik.

Menurut pendiri PAN dan mantan Ketua MPR RI 1998~2004 ini, pemahaman umat yang parsial menyebabkan gerakan umat tidak fokus dan kadang kurang bermakna.

Hal itu menyebabkan munculnya dua kelemahan umat; Pertama; pemahaman Islam serba rutinitas sehingga tidak mengubah apa-apa. Kedua; Karena terjebak rutinitas maka semangat ruhul jihad menipis. Contoh rutinitas itu, sebut Amien, seperti pembangunan gedung KBPII~YKU juga terkukung rutinitas sehingga tidak jadi jadi. Amien Rais menyayangkan tidak ada gebrakan untuk segera bangkit selesaikan gedung YKU.

Berkaitan dengan kondisi umat, Amien menengarai, selalu ada kelompok yang selalu menyerang umat. Alquran menyebut kelompok itu adalah Yahudi dan Nasrani, sehingga melemahkan umat.

Lebih lanjut Amien Rais menegaskan, ada pemikiran sekularisme yang menyatakan bahwa agama menghambat kemajuan. Oleh karena itu, menurut paham sekuler, urusan agama harus dipisahkan dari urusan negara. Kita pernah punya tokoh hebat seperti M. Natsir, mantan Perdana Menteri dan tokoh Mosi lntegral untuk menyatukan Negara Kesatuan Republik lndonesia (NKRI), Kasman Singodimejo, mantan Jaksa Agung, 1945~1946 dan mantan Menteri Muda Kehakiman dalam Kabinet Amir Sjarifuddin II,  Burhanudin Harahap mantan Perdana Menteri ke 9 (12 Agustus 1955~24 Maret 1956), Syafruddin Prawiranegara, Presiden PDRI, Diplomat ulung Moh Roem dan Agus Salim, negarawan yang sangat sederhana. Mereka itu semua punya reputasi Islam dan kenegaraan yang hebat, yang dulu dengan gigih berjuang menentang sekularisme dan menegakkan nilai-nilai islam dalam bernegara.

Sekarang ini situasi kritis, simpul Amien Rais, ketika ekonomi menguasai politik (plutokrasi), dimana para pemilik modal mengendalikan para politisi baik eksekutif maupun legislatif, sehingga para bandar itu dengan seenaknya menyetir para politisi sesuai dengan kepentingannya.

Karena itu, pinta Amien Rais,
Konglomerasi tidak boleh masuk politik, karena kendali ekonomi (oligarkhi) atas politik bisa menghancurkan kehidupan bernegara. “Kalau negara hancur maka umat yang paling menderita. Untuk itu umat harus bersatu untuk membangun orkestra perjuangan yang bagus dan tinggalkan arogansi kelompok,” ujarnya. (t)

Komentar Facebook

Tags
Selanjutnya

Artikel Terkait

Scroll Up