Berita

Aksi 242, Persis Desak Aparat Tuntaskan Kasus Penyerangan Ulama

Kanigoro.com – Sekitar 50 ribu pengurus dan anggota Persatuan Isam (PERSIS) dari seluruh Indonesia. Sabtu 24 Februari 2018 berkumpul di Monumen Perjuangan Rakyat, Bandung Jawa Barat. Aksi yang disebut juga dengan Aksi 242 ini diselenggarakan untuk mendesak aparat kemanan menuntaskan kasus penyerangan kepada para ulama. Salah satu ulama yang menjadi korban adalah Ketua Brigade Persis, Ustaz Prawoto.

Aktivis Persis yang hadir dalam acara tersebut, Udo Yamin Majdi melalui akun facebooknya menulis, Wafatnya Ustaz Prawoto menjadikan para kader dan simpatisan organisasi yang berdiri tanggal 12 September 1923 melakukan konsolidasi internal.

Aksi 242 dimaksudkan untuk memberikan simpati kepada Ustaz Prawoto komandan Brigade Persatuan Islam dihadiri sekitar 50.000 massa dari berbagai daerah. Salah satu rangkaian acara aksi adalah pengukuhan para brigade dan komitmen “Syahid atau tumbuh seribu”.

“Siap, Kami siap membela para ulama”

“Andai Ustaz Prawoto masih hidup, maka beliau akan tersenyum, sebab generasi baru telah tumbuh”, demikian kata Udo Yamin.

Ketua Umum Persis, Ustaz Aceng Zakaria dalam orasinya mengingatkan, Umat Islam harus hadir sebagai rahmat bagi seluruh alam semesta. “ Bahkan bukan hanya memberi manfaat kepada sesama manusia saja melainkan juga lingkungan, pepohonan, maupun hewan’, ucap Ustaz Aceng.

Persis bukanlah teroris maupun ISIS. Kata Ustaz Aceng, Persis adalah lembaga dakwah, Pendidikan, kemasyarakatan, sosial dan pemberdayaan ekonomi. “Alhamdulillah belum ada warga Persis yang melakukan korupsi dan semoga jangan sampai terjadi”, ujarnya lagi.

aksi 242 Persis
Massa Aksi 242 Persis berkumpul di Monumen Perjuangan Rakyat Bandung (ist)

Sebagai ormas Islam yang menekankan rahmat bagi seluruh alam, Persis mengutuk keras adanya upaya teror kepada alim ulama maupun ustaz. “Sungguh aneh tokoh-tokoh agama, alim ulama maupun ustaz yang terkena intimadisi, diteror, bahkan dibunuh. Tapi kita harus berterima kasih kepada orang gila karena telah menyadarkan aparat pemerintah dan umat untuk menjaga pesantren dan ulama,” katanya.

Aksi 242 dihadiri oleh Kapolri Jenderal Tito Karnavian. Kepada massa Persis Tito mengingatkan agar Persis membantu pemerintah menjaga kerukunan. Tito juga berharap Persis memberikan sumbangsih yang lebih besar dan menjalin kerja sama dengan berbagai pihak termasuk kepolisian. “Saya perintahkan kepada jajaran kepolisian untuk bersilaturahmi dan menjalin kerja sama dengan jajaran Persis di semua tingkatan,” ujarnya (tpr).

Komentar Facebook

Tags
Selanjutnya

Artikel Terkait

Scroll Up