Berita

Akhirnya Wedi Kamaludin Diganti Karena Sentimen Politik di tubuh Pertamina

Oleh : Himawan Sutanto (Aktivis Prodem)

Setelah kepergiaan bersama Prabowo Subianto ke Brunei Darussalam dbongkar oleh pihak imigrasi, posisi Wedi Kamaludin dinonakifkan sebagai pejabat Direktur Marketing anak perusaahaan Pertamina, yaitu PTK.

Sepertinya kepergian Wedi bersama Prabowo menjadi sangat berarti bagi kompetitornya ditubuh Pertamina sendiri. Sebab dari informasi penulis dapatkan bahwa pihak-pihak internal perusahaannya yang mempermasalahkan, sebab ukurannya bukan profesionalitas, tapi like and dislike belaka.

Wedi memang sosok pegawai Pertamina yang unik, karena keberadaan dan pergaulannya yang luas membuat banyak orang menjadi tidak suka karena faktor eksistensinya terganggu.

Sejak era SBY, Wedi bisa dekat dengan almarhumah ibu Ani Yudhoyono. Sehingga Wedi bisa aktif di majelis dzikirnya SBY. Hampir semua jendral di TNI banyak yang dia kenal, jadi wajar jika dikantornya banyak sekali cindera mata dari semua angkatan.

Dalam susunan manajemen Pertamina Trans Kontinental disebutkan, Wedi Lahir di Jakarta pada 21 Juni 1966. Dia lulusan Sarjana Ekonomi dari Universitas Jayabaya – Jakarta (1989), Kariernya dimulai pada 2006, dan pernah dipercaya memegang posisi Manajer Industri Bahan Bakar di Wilayah Laut III dan Manajer Pemasaran Aviasi Kantor Pusat Pertamina sejak 2015.

Setelah direktorat Imigrasi Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia memberikan data kepergian Prabowo Subianto beserta rombongan ke Brunei Darussalam pada Kamis 16 Mei 2019. Pihak direksi langsung menon aktifkan seagai direktur marketing di PTK, anak perusahaan Pertamina.

Hari ini info yang penulis dapatkan Wedi akan diganti oleh Arseno Kuswandaru. Sepertinya karir saudara Wedi Kamaludin akan dihabisi, ketika diketahui bepergian dengan Prabowo Subianto. Sementara keberadaan Wedi yang terus memberikan keuntungan yang signigikan tidaklah menjadi penilaian tersendiri ketika menjabat sebagai direkur marketing.

Realitas pilihan politik pastinya tidak menguntungkan bagi seseorang yang memiliki komitmen tinggi terhadap bangsa dan negara, tetapi.dihancurkan oleh sebuah senimen politik yang jauh dari peradapan manusia di era milineal ini. (Fn)

Komentar Facebook

Tags
Selanjutnya

Artikel Terkait

Scroll Up