Berita

Ahmad Dhani, Novel Bamukmin dan Pedri Kasman Beri Kesaksian untuk Buni Yani

Kanigoro.com – Sidang Kasus Buni Yani masuk persidangan ke-10. Tiga saksi fakta yang dihadirkan tim pengacara Buni Yani dalam persidangan tersebut sangat meringankan terdakwa Buni Yani. Ketua Tim Kuasa Hukum Buni Yani, Aldwin Rahadian menilai penyataan ketiga saksi itu membuat dakwaan jaksa terbantahkan.

Saksi fakta yang dihadirkan dalam persidangan kali ini yakin Sekretaris PP Pemuda Muhammadiyah Pedri Kasman, petinggi FPI Habib Novel Bamukmin dan Musisi Ahmad Dhani. Ketiganya sengaja dihadirkan oleh kuasa hukum Buni Yani.

“Tiga orang (saksi) itu, kita gali di persidangan dakwaan dari jaksa masyarakat muslim marah atas postingan Buni Yani, juga kemudian etnis China dan umat Islam dirugikan, dalam kesaksian tadi terbantahkan,” kata Aldwin usai persidangan di Gedung Arsip, Jalan Seram, Kota Bandung, Selasa (22/8/2017), seperti dikutip Detik.com

Menurutnya berdasarkan keterangan para saksi kali ini, bahwa reaksi yang terjadi di masyarakat bukan akibat postingan Buni Yani. Namun, disebabkan oleh pidato Ahok yang dinilai menistakan agama Islam.

“Para pelaku aksi dan mengkritisi, mereka marah bukan atas postingan Buni Yani tapi pidato Ahok, ini yang harus diluruskan. Dengan begitu ini membantah dakwaan jaksa,” tutur dia.

“Mereka kesal atas pidato Ahok bukan postingan Buni Yani, pun saksi kedua (Habib Novel Bamukmin) dia sudah sejak dari 2012 mengkritisi Ahok,” katanya menambahkan.

Ia menegaskan kesaksian ketiganya juga membantah penyataan Ahok dalam persidangan kasusnya bahwa telah dirugikan dengan postingan Buni Yani. Padahal, jauh sebelum postingan Buni Yani sudah banyak masyarakat yang melapor soal penyataan Ahok.

“Kedua membantah kesaksian Ahok dirugikan karena postingan Buni Yani, sebelum Buni Yani posting banyak laporan (penistaan agama),” kata Aldwin.

Buni Yani memandang kesaksian ketiga saksi meringankan ini semakin memperlihatkan tuduhan jaksa yang tidak mendasar. Sebab, sambung dia, reaksi masyarakat terhadap Ahok sudah terjadi jauh sebelum postingannya.

(Koordinator API Asep Syaripuddin (tengah), Novel Bamukmin (kanan) dan Ahmad Dhani di sela-sela sidang Buni Yani ke 10 di Bandung)

“Ini semakin memperlihatkan tuduhan jaksa tidak berdasar. Bahwa soal 32 tidak terbukti dalam penggalian fakta kesaksian apalagi pasal 28, justru jauh sebelum itu sudah banyak. Karena menggusur, mulut kotor, kebijakan, ketika saya posting sudah banyak orang yang benci dengan berbagai alasan. Itu tuduhan tidak berdasar,” kata Buni Yani.

Kesaksian Dhani
Ahmad Dhani dalam kesaksiannya. menyebut bila Buni Yani tak memiliki niat untuk menyebarkan kebencian melalui postingannya.

Dhani yang mengenakan pakaian serba hitam dengan peci dengan warna senada. Saat awal sidang, sempat ditanya nama aslinya oleh ketua majelis hakim M Saptono.

“Sebenarnya nama anda Ahmad Dhani atau siapa? tanya hakim Saptono dalam sidang di Gedung Arsip, Jalan Seram, Kota Bandung, Selasa (22/8/2017).

“Nama asli di akta saya Dhani Ahmad Prasetyo,” jawab Dhani dengan lantang.

Dhani lalu diminta bersumpah di bawah Alquran untuk mengatakan sebenarnya-benarnya dalam persidangan. Dhani pun menyanggupinya sebelum menyampaikan kesaksiannya dalam persidangan.

“Niat dari Buni Yani (posting), bertanya kepada masyarakat apakah ini Ahok melakukan sebuah tindakan penistaan? Jadi tidak ada mensrea (niat) dari Buni Yani untuk melakukan sebuah tindak kriminal pelanggaran hukum UU ITE,” kata Dhani di sidang.

Dia lalu menganalogikan kasus yang menjerat Buni Yani saat ini dengan seseorang yang melihat maling mobil dan meneriakinya dengan maksud memberitahu kepada orang sekitar.

Namun, maling itu berhasil kabur. Alih-alih mendapatkan pujian, Buni Yani justru malah ditangkap oleh polisi. Sehingga, sambung dia, dalam hal ini Buni Yani merupakan korban bukan penyebar kebencian atau provokator yang dituduhkan.

“Jadi niatnya memberitahukan kepada masyarakat bahwa ada ucapan Ahok itu. Seorang pejabat negara tidak berkompeten berbicara agama yang bukan keyakinannya,” ungkap dia.

Sebelumnya, dia mengaku datang sebagai saksi lantaran merasa terpanggil untuk membela yang benar. Sebab, sambung dia, dalam hal ini Buni Yani tidak seharusnya menjadi terdakwa. “Kenapa mau jadi saksi, ya karena saya merasa terpanggil untuk membela yang benar. Bukan membela yang bayar,” tegas Dhani sebelum sidang. (sumb: detik)

Selanjutnya

Artikel Terkait

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker
%d blogger menyukai ini: