Berita

Ahli Waris Korban Covid-19 Terima 15 Juta

Kanigoro.com – Pemerintah melalui Kementerian Sosial (Kemensos) Republik Indonesia menyampaikan pihaknya akan menyalurkan dana santunan sebesar Rp15 juta untuk ahli waris dari tiap korban meninggal dunia akibat Covid-19.

Pemberian santunan itu merupakan satu dari lima bentuk dukungan yang diberikan Kemensos RI kepada Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19, sebagaimana yang diungkapkan Direktur Jenderal Penanganan Fakir Miskin Kemensos RI, Asep Sasa Purnama, di Graha Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Jakarta, Selasa (24/3).

“Santunan ini ditujukan untuk meringankan beban keluarga yang ditinggalkan. Kemensos RI memberi santunan ke ahli waris Rp15 juta per orang yang meninggal,” ungkap Asep.

Menurut Asep, pemberian itu sekaligus merupakan wujud perhatian dan bela sungkawa dari negara ke para korban beserta keluarga yang ditinggalkan.

“Dalam penyaluran dana bela sungkawa ini, kami perlu melakukan verifikasi terhadap daftar korban. Hingga saat ini dana tersebut masih belum diberikan secara merata,” ujar Asep.

Data terakhir Senin (23/3), jumlah korban akibat Covid-19 di Indonesia mencapai 49 jiwa. Sementara itu, jumlah pasien yang positif tertular virus ada 579 jiwa. Dari jumlah itu, 30 di antaranya dinyatakan sembuh.

Selanjutnya menurut rincian data yang diperoleh dari Kementerian Kesehatan RI per Senin (23/3) jumlah penderita Covid-19 terbanyak masih ditemukan di Jakarta (353 kasus), disusul oleh Jawa Barat (59 kasus), Banten (56 kasus), Jawa Timur (41 kasus), Jawa Tengah (15 kasus), Kalimantan Timur (11 kasus), Bali (enam kasus), DI Yogyakarta dan Kepulauan Riau masing-masing lima kasus.

Sementara itu, Kemensos juga menyiapkan cadangan beras pemerintah bagi para kepala daerah yang wilayahnya terdampak wabah Covid-19. Cadangan beras tersebut disiapkan agar kebutuhan keluarga miskin dan rentan yang mengalami kesulitan dalam memenuhi nafkah tetap terpenuhi.

“Kami juga menyiapkan cadangan beras pemerintah atau CBP untuk digunakan  para kepala daerah di seluruh wilayah yang terdampak wabah Covid-19,” ujar Asep.

Kemensos sebelumnya telah mengirimkan surat edaran kepada para gubernur, bupati dan walikota untuk menggunakan cadangan beras pemerintah sesuai kewenangan masing-masing kepala daerah. Apabila daerah merasa pasokannya kurang maka dalam hal ini dapat mengusulkannya kepada Kemensos.

“Apabila kurang dapat mengusulkan kepada Menteri Sosial Republik Indonesia,” kata Asep.

Sebelumnya Menteri Sosial RI Juliari Peter Batubara mengatakan kenaikan indeks bantuan Program Sembako yang sudah ditetapkan menjadi sebesar Rp200.000 per Maret-Agustus 2020, dapat diperpanjang jika diperintahkan Presiden.

Pemerintah menambah bantuan Program Sembako dari Rp150.000 per bulan menjadi Rp200.000 yang ditujukan kepada 15,2 juta Keluarga Penerima Manfaat (KPM) selama enam bulan hingga Agustus 2020, sebagai salah satu upaya mengatasi dampak virus corona atau Covid-19 terhadap perekonomian Indonesia.

Lebih lanjut Juliari juga menyampaikan penyaluran bantuan Program Sembako sudah berjalan di seluruh Indonesia dimulai di Bengkulu Utara.

Penambahan bantuan Program Sembako tersebut disampaikan Mensos, agar masyarakat di lapisan ekonomi paling bawah tidak terlalu merasakan dampak yang ditimbulkan akibat merebaknya virus corona.

Adapun Kementerian Sosial memperoleh sebesar Rp4,56 triliun untuk tambahan Program Sembako Rp50.000 per KPM tersebut. (Azw/Fn)

Selanjutnya

Artikel Terkait